KONTAN.CO.ID - JAKARTA. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) tengah membidik diversifikasi bisnis di kawasan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui pengembangan sektor rekreasi, kebugaran (wellness), gaya hidup, dan fasilitas komersial. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas sumber aktivitas ekonomi kawasan di luar penyelenggaraan ajang olahraga internasional. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar mengatakan, pengembangan Mandalika bukan hanya mengandalkan MotoGP sebagai daya tarik wisata. ITDC ingin membangun ekosistem bisnis yang dapat menarik pengunjung melalui beragam kegiatan dan fasilitas, termasuk ketika tidak ada agenda balap. “Kami terus mendorong diversifikasi investasi di sektor hospitality, leisure, sport tourism, wellness, lifestyle, serta fasilitas komersial dan rekreasi,” ujar Ahmad kepada KONTAN, Kamis (15/10/2026). Diversifikasi ini diharapkan memperluas pilihan aktivitas wisatawan, memperpanjang masa tinggal, serta meningkatkan belanja di kawasan. Dengan demikian, peluang usaha tidak hanya terkonsentrasi pada akomodasi dan kegiatan yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan MotoGP. Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026 Bisa Jadi Mesin Baru Ekonomi dan Pariwisata NTB Meski demikian, ITDC belum memerinci nilai investasi yang dibidik dari masing-masing sektor, nama investor yang telah menyatakan komitmen, maupun proyek baru yang sudah memasuki tahap realisasi. Ahmad menyebut perkembangan investasi di Mandalika menunjukkan tren positif seiring penguatan infrastruktur dan meningkatnya daya tarik kawasan, tetapi belum memberikan angka investasi terbaru. Di sisi operasional, penyelenggaraan MotoGP 2026 menjadi salah satu sumber aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha. ITDC mencatat lebih dari 3.500 tenaga kerja terserap dan lebih dari 650 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terlibat dalam berbagai kegiatan pendukung acara. Keterlibatan usaha tersebut mencakup sektor kuliner, perdagangan, transportasi, akomodasi, jasa, logistik, hingga industri kreatif. ITDC menilai perluasan kegiatan ekonomi dan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu manfaat yang perlu dipertahankan melalui pengembangan bisnis kawasan. “Keberhasilan MotoGP tidak hanya tercermin dari ramainya penonton atau besarnya dampak ekonomi, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang memperoleh kesempatan kerja dan peluang usaha,” ujar Ahmad. Baca Juga: MotoGP Mandalika Dongkrak Konsumsi Avtur Bandara Lombok hingga 48% MotoGP Mandalika 2026 sendiri menarik 157.875 penonton, meningkat dari sekitar 140.000 penonton pada 2025. Riset Lembaga Teknologi dan Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI-ITB) memperkirakan dampak ekonomi penyelenggaraan tahun ini mencapai Rp 5,21 triliun, dibandingkan Rp 4,96 triliun pada tahun lalu. Ke depan, ITDC berharap diversifikasi sektor pariwisata dan fasilitas dapat memperkuat daya tarik Mandalika di luar kalender olahraga. Ahmad menyebut perusahaan ingin mengembangkan kawasan tersebut menjadi destinasi dengan kegiatan pariwisata sepanjang tahun, mulai dari olahraga dan rekreasi hingga wisata budaya, kuliner, kebugaran (wellness), dan hiburan. “Investasi di The Mandalika terus bertambah, sejalan dengan meningkatnya daya tarik kawasan, penguatan infrastruktur, dan semakin besarnya kepercayaan investor terhadap prospek pengembangan destinasi ini,” pungkasnya.
ITDC Bidik Diversifikasi Bisnis Mandalika ke Sektor Wellness dan Rekreasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) tengah membidik diversifikasi bisnis di kawasan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui pengembangan sektor rekreasi, kebugaran (wellness), gaya hidup, dan fasilitas komersial. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas sumber aktivitas ekonomi kawasan di luar penyelenggaraan ajang olahraga internasional. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar mengatakan, pengembangan Mandalika bukan hanya mengandalkan MotoGP sebagai daya tarik wisata. ITDC ingin membangun ekosistem bisnis yang dapat menarik pengunjung melalui beragam kegiatan dan fasilitas, termasuk ketika tidak ada agenda balap. “Kami terus mendorong diversifikasi investasi di sektor hospitality, leisure, sport tourism, wellness, lifestyle, serta fasilitas komersial dan rekreasi,” ujar Ahmad kepada KONTAN, Kamis (15/10/2026). Diversifikasi ini diharapkan memperluas pilihan aktivitas wisatawan, memperpanjang masa tinggal, serta meningkatkan belanja di kawasan. Dengan demikian, peluang usaha tidak hanya terkonsentrasi pada akomodasi dan kegiatan yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan MotoGP. Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026 Bisa Jadi Mesin Baru Ekonomi dan Pariwisata NTB Meski demikian, ITDC belum memerinci nilai investasi yang dibidik dari masing-masing sektor, nama investor yang telah menyatakan komitmen, maupun proyek baru yang sudah memasuki tahap realisasi. Ahmad menyebut perkembangan investasi di Mandalika menunjukkan tren positif seiring penguatan infrastruktur dan meningkatnya daya tarik kawasan, tetapi belum memberikan angka investasi terbaru. Di sisi operasional, penyelenggaraan MotoGP 2026 menjadi salah satu sumber aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha. ITDC mencatat lebih dari 3.500 tenaga kerja terserap dan lebih dari 650 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terlibat dalam berbagai kegiatan pendukung acara. Keterlibatan usaha tersebut mencakup sektor kuliner, perdagangan, transportasi, akomodasi, jasa, logistik, hingga industri kreatif. ITDC menilai perluasan kegiatan ekonomi dan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu manfaat yang perlu dipertahankan melalui pengembangan bisnis kawasan. “Keberhasilan MotoGP tidak hanya tercermin dari ramainya penonton atau besarnya dampak ekonomi, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang memperoleh kesempatan kerja dan peluang usaha,” ujar Ahmad. Baca Juga: MotoGP Mandalika Dongkrak Konsumsi Avtur Bandara Lombok hingga 48% MotoGP Mandalika 2026 sendiri menarik 157.875 penonton, meningkat dari sekitar 140.000 penonton pada 2025. Riset Lembaga Teknologi dan Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI-ITB) memperkirakan dampak ekonomi penyelenggaraan tahun ini mencapai Rp 5,21 triliun, dibandingkan Rp 4,96 triliun pada tahun lalu. Ke depan, ITDC berharap diversifikasi sektor pariwisata dan fasilitas dapat memperkuat daya tarik Mandalika di luar kalender olahraga. Ahmad menyebut perusahaan ingin mengembangkan kawasan tersebut menjadi destinasi dengan kegiatan pariwisata sepanjang tahun, mulai dari olahraga dan rekreasi hingga wisata budaya, kuliner, kebugaran (wellness), dan hiburan. “Investasi di The Mandalika terus bertambah, sejalan dengan meningkatnya daya tarik kawasan, penguatan infrastruktur, dan semakin besarnya kepercayaan investor terhadap prospek pengembangan destinasi ini,” pungkasnya.
TAG: