KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ITSEC Asia Tbk (
CYBR) mencatatkan perbaikan kinerja operasional pada kuartal III-2026. Perusahaan keamanan siber dan kecerdasan buatan (AI) ini membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba kotor, sekaligus menekan rugi usaha hampir separuh dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan konsolidasian CYBR pada kuartal III-2026 mencapai Rp 92,8 miliar, tumbuh 39% secara tahunan atau year-on-year (YoY). Sementara itu, laba kotor meningkat 57%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Sejalan dengan itu, margin laba kotor perusahaan naik 3,4 poin persentase menjadi 29,9%. CYBR juga berhasil menekan rugi usaha menjadi Rp 15,7 miliar pada kuartal III-2026, dari Rp 30,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Artinya, rugi usaha menyusut sekitar 48,4% secara tahunan.
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat ke 5.096,8 Hari Ini (2/11), Top Gainers LQ45: DEWA, INDY, BUMI Perbaikan juga terlihat pada rugi sebelum pajak yang berkurang sekitar separuh. Adapun rugi bersih kuartal III-2026 turun 53% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, pendapatan lain-lain CYBR berbalik positif menjadi Rp 1,9 miliar, dari sebelumnya mencatatkan beban sebesar Rp 2,7 miliar. Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan, pertumbuhan pendapatan dan laba kotor pada kuartal ketiga menjadi perkembangan positif bagi perusahaan. Namun, perusahaan masih berupaya memperkuat fundamental bisnis dan mengembangkan solusi sesuai kebutuhan pelanggan. "Kami menyambut positif pertumbuhan pendapatan dan laba yang lebih tinggi pada kuartal ini. Kami terus berupaya memperkuat fundamental bisnis sekaligus mengembangkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berubah," ujar Patrick dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026). Secara kumulatif, CYBR membukukan laba bersih Rp 22,6 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, perusahaan menyebut capaian laba bersih sembilan bulan tersebut turut dipengaruhi manfaat pajak signifikan dari penyesuaian periode sebelumnya. Dengan demikian, peningkatan laba bersih kumulatif perlu dicermati secara terpisah dari perkembangan kinerja operasional pada kuartal ketiga. Dari sisi neraca, total ekuitas konsolidasian CYBR per 30 September 2026 mencapai Rp 304,1 miliar, meningkat 18,7% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 256,2 miliar. Piutang usaha juga turun 22,3% menjadi Rp 44,8 miliar dari Rp 57,7 miliar pada akhir tahun lalu.
Baca Juga: Volume Pemeriksaan Naik, Pendapatan dan Laba Bersih PRDA Tumbuh Double Digit Di sisi lain, aset kontrak perusahaan meningkat menjadi Rp 214,1 miliar dari Rp 187,7 miliar pada akhir 2025. Aset kontrak tersebut mencerminkan pekerjaan yang telah dilaksanakan berdasarkan kontrak pelanggan, tetapi belum seluruhnya memenuhi persyaratan penagihan. Selain memperbaiki kinerja keuangan, CYBR melanjutkan pengembangan portofolio bisnis berbasis AI dan keamanan siber. Salah satunya melalui peluncuran Bronyx AI pada Juli 2026, platform pengujian penetrasi otomatis berbantuan AI untuk membantu organisasi mengidentifikasi dan mengevaluasi kerentanan keamanan.
Perusahaan juga mengembangkan kapabilitas sumber daya manusia melalui ITSEC Cyber & AI Academy yang didirikan pada Maret 2025. Inisiatif tersebut diarahkan untuk menyiapkan tenaga profesional di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan. Patrick mengatakan, perusahaan melihat peluang pertumbuhan seiring meningkatnya adopsi AI dan kebutuhan organisasi terhadap perlindungan digital. "Kami optimistis terhadap peluang yang ada di depan. Kebutuhan akan kapabilitas keamanan siber yang lebih kuat akan terus meningkat seiring semakin luasnya adopsi AI dan keterhubungan digital dalam dunia bisnis," tutup Patrick. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News