J Trust Bank Siapkan Abdullah Firman Wibowo Jadi Dirut gantikan Ritsuo Fukadai



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) menyiapkan perubahan struktur manajemen untuk menyongsong tahun buku 2027. Bank berencana menunjuk Abdullah Firman Wibowo sebagai Direktur Utama berikutnya.

Rencana penunjukan tersebut merupakan bagian dari strategi transisi kepemimpinan yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi di BEI pada 4 November 2026, J Trust Bank menyebutkan bahwa penunjukan Abdullah Firman Wibowo masih memerlukan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta persetujuan lain dari regulator terkait.


Saat ini, Abdullah Firman Wibowo menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris J Trust Bank. Ia memiliki rekam jejak panjang di industri perbankan, termasuk pernah berkarier di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).

Baca Juga: KB Bank Rampungkan Divestasi 85% Saham KB Bukopin Finance ke JB Woori Capital

Di BNI, Abdullah Firman Wibowo pernah membidangi manajemen risiko perusahaan, treasury, perbankan internasional, hingga pembinaan anak perusahaan. Ia juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bank BNI Syariah, yang kemudian menjadi bagian dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Selain itu, ia pernah menjabat sebagai General Manager BNI Kantor Cabang Tokyo. Pengalaman tersebut dinilai memberikan pemahaman mendalam mengenai etika bisnis serta sinergi kemitraan Indonesia-Jepang.

Manajemen J Trust Bank menyatakan, pengalaman Abdullah Firman Wibowo sebagai anggota Dewan Komisaris dan keterlibatannya dalam pengawasan serta pemberian nasihat kepada manajemen diharapkan dapat membuat proses transisi kepemimpinan berjalan mulus.

Baca Juga: Makmur Jadi APERD Pertama yang Komersialkan K-CASH KSEI, Permudah Transaksi Reksadana

Perseroan juga berharap penunjukan tersebut dapat mempercepat penetrasi ke korporasi lokal terkemuka, BUMN, institusi syariah, serta memperkuat manajemen risiko dan tata kelola perbankan secara menyeluruh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News