Jababeka dan Singapura Perluas KEK Kendal, Investasi Tembus Rp 189 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal yang dikembangkan melalui kerja sama PT Jababeka Tbk (KIJA) dan perusahaan asal Singapura, Sembcorp Development Ltd, terus mencatatkan pertumbuhan investasi dan kawasan industri. 

Hingga kuartal-I 2026, KEK Kendal disebut telah memiliki 139 pelaku usaha dengan total investasi mencapai Rp 189,16 triliun dan penyerapan sekitar 42 ribu tenaga kerja.

Sektor industri yang bertumbuh termasuk otomotif, energi terbarukan, elektronik, farmasi dan alat kesehatan, fashion, furnitur, F&B, hingga sektor industri pendukung lainnya. 


Hingga kini, jumlah pelaku usaha juga dinilai terus bertambah, seiring permintaan terhadap lahan industri di KEK Kendal yang terus meningkat.

Baca Juga: KEK Kendal Dorong Realisasi Investasi Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah Sepanjang 2025

Seiring dengan tingginya minat tersebut, perluasan dari KEK Kendal diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri terintegrasi, mencakup peningkatan infrastruktur, fasilitas logistik, utilitas kawasan, serta dukungan layanan perizinan yang semakin efisien. 

Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum menyebutkan, keberhasilan kawasan ini tidak terlepas dari sinergi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta mitra strategis dari Singapura. 

Dia pun menilai bertumbuhnya kepercayaan investor menjadi dasar komitmen pihaknya untuk memperkokoh ekosistem industri. Ia berharap, KEK Kendal dapat menjadi pusat pertumbuhan industri modern dengan daya saing global.

“Kami melihat kepercayaan investor terus meningkat, dan ini menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga kualitas kawasan, memperkuat ekosistem industri, serta memastikan bahwa pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja dan manfaat ekonomi,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).

Baca Juga: Targetkan Investasi Baru Rp 2.100 Triliun,Rosan Beberkan Sektor yang Dilirik Investor

Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, serta kolaborasi internasional yang solid, KEK Kendal optimistis dapat terus menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Lebih lanjut, dalam pertemuan bilateral antarnegara yang dilakukan oleh Menteri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menteri Luar Negeri Sugiono, disebutkan bahwa kemitraan ekonomi yang terbangun melalui pengembangan KEK Kendal merupakan contoh konkret kerja sama yang saling menguntungkan. 

Pemerintah Indonesia mencermati kolaborasi ini telah membuka ruang investasi baru, mempercepat industrialisasi daerah, serta menciptakan lapangan kerja.

Sementara itu, pemerintah Singapura menegaskan, KEK Kendal menjadi model pengembangan kawasan industri terintegrasi di Indonesia yang mampu memberikan kepastian dan efisiensi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News