KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (
KIJA) memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang melalui pengembangan bisnis infrastruktur dan kawasan industri.
Direktur KIJA Hyanto Wihadhi mengatakan, pengembangan bisnis Jababeka bertumpu pada dua penggerak utama, yakni layanan infrastruktur yang menghasilkan pendapatan berulang serta pengembangan kawasan industri dan properti yang didukung arus investasi. Arah strategi tersebut disampaikan Hyanto seusai Rapat Kerja Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kuartal III Tahun 2026 di Jakarta pada 21 Oktober 2026.
Baca Juga: S&P Global: Produksi Sawit RI Terancam Susut 5,8 Juta Ton Akibat El Nino “Daya saing kawasan kini tidak cukup dibangun melalui penjualan lahan. Pengembang juga perlu menyediakan infrastruktur yang andal, layanan usaha, serta ekosistem pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia agar investasi dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ungkap Hyanto, Senin (26/10/2026).
Pada semester I-2026, pendapatan dari pilar infrastruktur KIJA meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pilar tersebut berkontribusi sekitar 57% terhadap pendapatan konsolidasian KIJA. Untuk memperkuat kontribusi pendapatan berulang, KIJA melalui Jababeka Infrastruktur memfokuskan pengembangan layanan energi dan listrik, penyediaan air bersih, pengolahan air limbah, pengelolaan kawasan, serta logistik. Selain itu, perusahaan juga mengevaluasi peluang untuk memperluas jangkauan layanan ke pasar yang lebih besar, termasuk melalui kemungkinan kerja sama strategis, merger, atau akuisisi secara selektif.
Di sisi pengembangan kawasan industri, KEK Kendal yang dikembangkan melalui kerja sama KIJA dengan Sembcorp Development dari Singapura masih menjadi salah satu penggerak utama penjualan pemasaran atau marketing sales perusahaan. Pada semester I-2026, KEK Kendal menyumbang sekitar 71% dari total marketing sales KIJA yang mencapai Rp 1,19 triliun. “KIJA terus mengupayakan pengembangan tahap berikutnya, sejalan dengan kebutuhan investor, kesiapan infrastruktur, dan proses perizinan yang berlaku,” ujarnya.
Baca Juga: Pertasindo Dorong Penguatan Ketahanan Kesehatan Nasional Melalui Kerangka 5M Selain Cikarang dan Kendal, KIJA turut membuka peluang pengembangan jangka panjang di KEK Tanjung Lesung, Banten, dan KEK Morotai, Maluku Utara, melalui penjajakan kemitraan internasional. Di Tanjung Lesung, KIJA melalui PT Banten West Java Tourism Development (BWJ) menjajaki peluang kerja sama dengan pihak di Fuzhou, China, melalui konsep Two Countries, Twin Parks. Penjajakan ini mencakup sektor pariwisata, pendidikan, perikanan, serta industri pendukungnya. Sementara itu, di KEK Morotai, KIJA melalui PT Jababeka Morotai menjajaki kemitraan dengan pihak di Hainan, China, melalui konsep Twin Island. Ia menjabarkan, potensi pengembangan di Morotai meliputi sektor pendidikan dan kesehatan, pariwisata dan kegiatan pertemuan atau konferensi (MICE), serta peluang pengembangan pusat logistik untuk wilayah Indonesia Timur. Dengan catatan,
Penjajakan tersebut masih memerlukan kajian kelayakan, kesepakatan para pihak, dan pemenuhan perizinan. Ke depannya, bisnis infrastruktur dan KEK Kendal masih akan menjadi fokus penguatan kinerja KIJA ke depan, sementara Tanjung Lesung dan Morotai diarahkan untuk membuka peluang pertumbuhan jangka panjang melalui kemitraan yang terukur. "Jababeka tidak hanya ingin memperbesar kontribusi Kawasan Industri Kendal, tetapi
juga mendorong pengembangan KEK Tanjung Lesung dan KEK Morotai," tutup Hyanto. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News