Jababeka membangun superblok Rp 800 miliar



JAKARTA. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk terus mengembangkan kota mandiri, Kota Jababeka di Cikarang, Bekasi. Terbaru, melalui anak usaha PT Graha Buana Cikarang, perusahaan itu melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek superblok Hollywood Central, akhir pekan lalu (26/4). Menempati lahan seluas 5,2 hektare (ha), Hollywood Central bakal terdiri dari tiga menara apartemen yang berisi total 2.000 unit kamar, masing-masing satu menara perkantoran dan perbelanjaan. Graha Buana Cikarang menggarap proyek ini berbekal dana investasi sebesar Rp 800 miliar. Pengembangan tahap pertama ini ditargetkan rampung tahun 2015. 

Saat ini, Jababeka telah melego unit apartemen ke pasar seharga Rp 350 juta per unit. "Kami menyasar kelas menengah," ujar Sutedja Darmono, Managing Director Graha Buana Cikarang, kepada KONTAN, Senin (28/4). Unit di dua menara apartemen sudah terjual habis. Pembeli adalah pekerja di kawasan industri Cikarang dan investor. Khusus properti perkantoran dan pusat perbelanjaan, Jababeka belum menggelar pemasaran lantaran masih menjajaki sejumlah peritel. "Beberapa yang sudah berminat adakah Centro Department Store dan bioskop Blitz Megaplex," aku Darmono.
Proyek Hollywood Central sejatinya melengkapi rencana proyek superblok Jababeka lain. Anda tentu masih ingat, Jababeka sedang menyiapkan proyek superblok bekerja sama dengan PT Plaza Indonesia Realty Tbk. Kesepakatan membangun proyek seluas 16 ha ini telah diteken sejak Juni 2013 dan tetap melibatkan Graha Buana Cikarang.  Wakil Presiden Direktur Jababeka sekaligus Komisaris Utama Graha Buana Cikarang Tanto Kurniawan pernah bilang, peletakan batu pertama proyek ini akan dilakukan pada Oktober 2014. Perusahaan ini merancang, di tahap pertama akan mendahulukan pembangunan pusat perbelanjaan, apartemen, dan hotel bintang lima. Tahap pertama diperkirakan menghabiskan lahan antara 7 ha - 8 ha dengan nilai investasi sekitar US$ 500 juta. Meski kedua superblok terletak di kawasan yang sama, tapi Jababeka tak khawatir terjadi "perebutan" pasar di segmen yang sama. Pasalnya, "Superblok dengan Plaza Indonesia ini menyasar segmen kelas menengah atas hingga premium," ujar Darmono. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anastasia Lilin Yuliantina