KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indomobil JAC Motors Indonesia melihat peluang pertumbuhan bisnis kendaraan komersial listrik (EV) di Indonesia, terutama dari sektor pertambangan. Perusahaan menargetkan peningkatan volume penjualan kendaraan listrik seiring dengan mulai berkembangnya adopsi EV untuk kebutuhan operasional industri. Chief Operating Officer Indomobil JAC Reggie Kurnia mengatakan, saat ini JAC Motors menyasar tiga sektor utama, yakni pertambangan, logistik, dan perkebunan. Dari ketiga sektor tersebut, pertambangan masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan JAC Motors. "Untuk saat ini, kontribusi terbesar untuk penjualan JAC Motors masih di sektor pertambangan, yaitu masih kurang lebih 40% produk-produk kita masih di pertambangan," kata Reggie dalam Mining Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: JAC Motors Bidik Pasar Kendaraan Listrik di Sektor Tambang Reggie menyebut prospek penjualan JAC Motors ke depan masih terbuka seiring dengan meningkatnya kebutuhan kendaraan operasional yang lebih efisien. Dalam pengembangan bisnisnya, perusahaan menargetkan volume penjualan yang lebih tinggi dibandingkan capaian saat ini. "Untuk prospek penjualan, otomatis JAC Motors mau penjualan sebanyak-banyaknya," ujarnya. Ia menyampaikan, JAC Motors saat ini telah mencatat sekitar 300 penjualan dan menargetkan peningkatan volume penjualan ke depan hingga sekitar 500 unit. Menurut Reggie, sektor pertambangan menjadi salah satu pasar potensial karena penggunaan kendaraan listrik dapat membantu perusahaan menekan biaya bahan bakar. Hal tersebut semakin relevan di tengah isu kenaikan harga dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). "Kita melihat ini sebagai peluang untuk BBM-nya. Kenapa yang pertama, sudah tidak pakai BBM lagi. Hilangkan harga BBM diesel. Yang kedua, efisiensi
cost-nya, lebih efisien pemakaian daya-daya listriknya dibandingkan pemakaian dari bahan bakarnya," jelasnya. JAC Motors juga mengklaim kendaraan operasional listrik yang telah digunakan sejumlah perusahaan tambang dapat menghasilkan efisiensi hingga 61%, baik dari sisi operasional maupun biaya perawatan.
Baca Juga: Mayapada Healthcare (SRAJ) Siapkan Capex Rp 1 Triliun untuk Ekspansi Rumah Sakit Meski demikian, Reggie menilai tantangan utama dalam memperluas penggunaan kendaraan listrik di sektor industri adalah keraguan calon pengguna untuk beralih dari kendaraan konvensional. Menurutnya, sejumlah hal yang masih menjadi pertimbangan pengguna antara lain ketersediaan fasilitas pengisian daya, tenaga kendaraan, perawatan, hingga layanan purnajual. "Tantangan terbesarnya jelas. Yang pertama, belum mau mencoba," kata Reggie. Untuk menjawab tantangan tersebut, JAC Motors Indonesia bersama E-Mobile menyiapkan konsep layanan terintegrasi atau one-stop solution. Layanan tersebut mencakup penjualan, purnajual, hingga penyediaan charger. "Untuk itu, JAC Motors Indonesia bersama dengan E-Mobile mengadakan solusi, one-stop solution. Kita menjawab tantangannya itu dengan sebuah jawaban. Kita one-stop solution. Jadi, after sales, perjualan, chargers, apapun, kita bisa provide," ujarnya. Dari sisi produksi, Reggie mengatakan JAC Motors telah melakukan perakitan kendaraan di Indonesia dengan skema
completely knocked down (CKD). Untuk Trekker T9 EV, tingkat kandungan komponen lokal yang digunakan saat ini telah mencapai 40%. JAC Motors juga mempersiapkan peningkatan kandungan lokal seiring dengan target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik yang akan meningkat menjadi 60% pada 2027. Persiapan tersebut mencakup penggunaan baterai dan komponen dari pemasok lokal sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. "JAC Motors juga sudah mempersiapkan untuk sekalian 60%. Baik itu dari baterainya, maupun spek baterainya, itu kita bekerjasama dengan vendor-vendor lokal," kata Reggie.
Sementara itu, dalam ajang Mining Indonesia 2026, JAC Motors memperkenalkan Trekker T9 EV dan UrbanMover N90 EV. Trekker T9 EV merupakan kendaraan double cabin listrik dengan sistem penggerak 4x4 yang dilengkapi fitur Differential Lock untuk meningkatkan traksi di medan berat. Reggie berharap keikutsertaan perdana JAC Motors dalam Mining Indonesia dapat memperluas eksposur produk kendaraan listriknya kepada pelaku industri pertambangan. "Karena hari ini pertama JAC Motors join di Mining Expo, kita berharap exposure dari pengunjung-pengunjung serta pelaku pertambangan bisa melihat potensi dari produk-produk elektrik kami sebagai solusi untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada di sektor pertambangan," pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News