Jadi Anggota LQ45, Mitra Pack (PTMP) Alokasikan 40% Laba Bersih Untuk Dividen



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendatang baru di indeks LQ45, PT Mitra Pack Tbk (PTMP) mengalokasikan 30%–40% laba bersih tahun buku 2023 untuk membayarkan dividen kepada para pemegang saham. 

Direktur Utama Mitra Pack Ardi Kusuma menuturkan aksi korporasi merupakan hasil rapat internal manajemen. Rencana pembagian dividen ini akan diajukan kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada April 2024. 

"Rencananya kami akan menggelar RUPST setelah Lebaran untuk mengusulkan rencana pembagian dividen 30%–40% dari laba bersih dan sisanya digunakan untuk ekspansi," kata Ardi, Kamis (15/2). 


Ardi bilang pihaknya masih membutuhkan dana untuk menggelar ekspansi, makanya PTMP tidak membagikan 100% laba bersih untuk dividen. Untuk besaran jumlah dan dividend yield juga masih menunggu setelah RUPST. 

Baca Juga: IHSG Naik 0,44% ke 7.335 pada Jumat (16/2), PTMP, SIDO, TLKM Top Gainers LQ45

"Berdasarkan data internal laba bersih PTMP di 2023 sekitar Rp 12 miliar. Artinya kami akan membagikan Rp 4 miliar untuk dividen," ucap Ardi. 

Melansir laporan keuangan per 30 September 2023, PTMP membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 104,57 miliar. Pendapatan ni meningkat 2,86% secara tahunan atau year on year (YoY) dari Rp 101,66 miliar. 

Penjualan suku cadang menjadi kontributor utama kinerja PTMP sebesar Rp 90,29 miliar. Disusul oleh penjualan mesin sebagai kontributor terbesar kedua senilai Rp 12,41 miliar.

Tak hanya itu, PTMP juga mendapatkan pundi-pundi rupiah dari pendapatan sewa dan pendapatan teknik yang masing-masing senilai Rp 1,23 miliar dan Rp 629,93 juta.

Dari sisi bottom line, PTMP mencetak laba periode berjalan sebesar Rp 5,65 miliar. Angka ini lebih rendah 34,56% YoY dari Rp 8,63 miliar pada posisi yang sama pada 2022. 

Baca Juga: Ada Pendatang Baru, Cek Saham Blue Chip Di Indeks LQ45 yang Bagus untuk Investasi

Incar Kenaikan Kinerja di 2024

Untuk tahun ini, Ardi optimistis untuk bisa meraih pertumbuhan pendapatan dan laba bersih. Apalagi hasil pemilihan presiden (pilpres) menunjukkan pesta rakyat itu akan berlangsung dalam satu putaran. 

Ardi bilang untuk target konservatif, PTMP memasang pertumbuhan pendapatan sebesar 15% di 2024. Sedangkan untuk target agresif atau optimistis, PTMP mengincar kenaikan 30%. 

"Berkaca dari hasil pilpres kami yakin pendapatan bisa tumbuh di kisaran 20% hingga 25% di 2024, sejalan dengan itu diharapkan profit juga ikut meningkat," ujar dia. 

PTMP juga akan meningkatkan efisiensi beban dan biaya untuk tahun ini. Salah satunya dengan menghentikan pesanan yang bersifat dadakan atau mendesak. 

Baca Juga: Masuk LQ45, Begini Strategi Mitra Pack (PTMP) Bidik Kenaikan Pendapatan 25%-30%

Ardi bercerita sebelum melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), PTMP banyak menerima pesanan yang bersifat penting dan mendadak. Namun pesanan sejenis itu memakan biaya produksi yang sangat tinggi. 

Memang kalau dicermati, capaian laba bersih PTMP per kuartal III-2023 mengalami tekanan. Ini disebabkan oleh membengkaknya sejumlah pos beban. 

Per September 2023, beban pokok penjualan dan beban langsung emiten kemasan dan suku cadangnya mengalami penurunan sebesar 1,73% secara tahunan menjadi Rp 69,25 miliar.

Namun, beban penjualan PTMP naik signifikan 530% YoY menjadi Rp 2,82 miliar per akhir September lalu. Disusul beban umum administrasi yang naik dari Rp 14,33 miliar menjadi Rp 21,05 miliar. 

Baca Juga: Masuk Indeks LQ45, Saham Mitra Pack (PTMP) Jadi Kontroversi

"Sekarang kami tentukan untuk menjaga margin. Harusnya di laporan keuangan 2023 sudah mulai tercermin karena sudah ada penghematan yang lebih tinggi," kata Ardi. 

Investment Advisor Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis mencermati secara teknikal rebound yang terjadi sejak beberapa hari lalu konsisten diikuti dengan volume yang solid. 

"Hal ini mengindikasikan terdapat akumulasi beli, sehingga membuka peluang rebound lanjutan," kata Alrich. 

Hingga akhir perdagangan Jumat (16/2), PTMP berhasil melesat 13,82% atau naik Rp 34 ke level Rp 280 per saham. Alrich bilang target Rp 256 telah tercapai, untuk itu investor bisa bersiap untuk ke target berikutnya di Rp 282.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati