KONTAN.CO.ID - PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menjadi sorotan pasar modal setelah tiga pemegang saham pengendalinya menjaminkan seluruh kepemilikan saham mereka kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Aksi yang dilakukan pada 30 September 2026 tersebut berkaitan dengan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh perusahaan afiliasi untuk akuisisi saham BYAN. PGUN merupakan emiten perkebunan kelapa sawit yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
Selain perkembangan terkait pengagunan saham, kinerja keuangan perusahaan juga menarik dicermati karena laba bersih dan penjualan PGUN mengalami penurunan pada semester I/2026. Mengutip data
IPOT, pergerakan PGUN jelang akuisisi BYAN, emiten ini alami pelemahan ke Rp8.825/saham atau turun 5,61% (-525,00 poin) sepekan terakhir per sesi 1 Jumat (9/10). Lantas, bagaimana profil PGUN, apa saja lini bisnisnya, bagaimana kinerja keuangan terbaru, dan apa arti pengagunan saham tersebut bagi investor?
Baca Juga: Harga Turun Usai Haji Isam Resmi Akuisisi Saham BYAN, Investor Pilih Beli / Jual? Profil PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
PT Pradiksi Gunatama Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham PGUN sejak 7 Juli 2020. Perusahaan berdiri pada 1995 dan menjalankan kegiatan operasional di Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Kegiatan usaha PGUN mencakup pengelolaan perkebunan kelapa sawit serta pengolahan tandan buah segar menjadi produk sawit. Perusahaan memiliki pabrik kelapa sawit yang beroperasi sejak Agustus 2019 dengan kapasitas awal 60 ton per jam, yang menurut profil perusahaan dapat ditingkatkan menjadi 90 ton per jam.
Baca Juga: Lanjutkan Penguatan, Intip Profil Saham TEBE, Lini Bisnis, dan Kinerja Terkini Lini Bisnis PGUN
Bisnis utama PGUN berada di sektor hulu industri kelapa sawit. Perusahaan mengelola kebun sekaligus memiliki fasilitas pengolahan untuk menghasilkan produk yang dapat dijual kepada pelanggan industri.
1. Perkebunan kelapa sawit
Kegiatan perkebunan menjadi fondasi bisnis PGUN. Perusahaan mengelola lahan untuk menanam, memelihara, dan memanen kelapa sawit sebagai bahan baku produksi. Berdasarkan informasi perusahaan mengenai prospek usaha, PGUN memiliki area perkebunan sekitar 22.586 hektare. Dari luas tersebut, area tertanam tercatat sekitar 12.869 hektare, termasuk 11.669 hektare tanaman menghasilkan dan 1.200 hektare tanaman belum menghasilkan. Angka tersebut merupakan data yang dipublikasikan perusahaan dan dapat berubah mengikuti perkembangan operasional. Produktivitas kebun menjadi salah satu faktor penting bagi kinerja PGUN. Usia tanaman, cuaca, pemupukan, dan proses peremajaan dapat memengaruhi volume tandan buah segar yang dipanen.
Baca Juga: Haji Isam Beli Saham PACK Senilai Rp 936 Miliar 2. Pengolahan minyak kelapa sawit
PGUN mengoperasikan pabrik kelapa sawit untuk mengolah hasil panen menjadi minyak kelapa sawit atau
crude palm oil (CPO). Produk ini merupakan salah satu sumber pendapatan utama perusahaan. Kinerja bisnis pengolahan bergantung pada pasokan bahan baku, tingkat utilisasi pabrik, rendemen, serta harga jual produk sawit.
3. Penjualan inti kelapa sawit dan produk sampingan
Selain CPO, PGUN menjual inti kelapa sawit atau
palm kernel. Perusahaan juga mencatat pendapatan dari penjualan cangkang sawit sebagai produk sampingan pengolahan. Pada semester I/2026, pendapatan PGUN berasal dari penjualan CPO sebesar Rp258,70 miliar dan inti kelapa sawit sebesar Rp46,27 miliar.
4. Kegiatan usaha penunjang
Selain usaha perkebunan, perusahaan mencantumkan kegiatan usaha penunjang di bidang konstruksi, termasuk pembangunan gedung industri. Meski demikian, perkebunan dan pengolahan kelapa sawit tetap menjadi fokus utama kegiatan usaha PGUN.
Baca Juga: Haji Isam Dikabarkan Akuisisi Saham BBCA, Ini Kata BCA Kinerja Keuangan PGUN Semester I/2026
Merangkum data
BEI, kinerja keuangan PGUN melemah pada semester pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang diberitakan Bisnis.com pada 25 Juli 2026, perusahaan membukukan penjualan Rp304,97 miliar, turun 20,82% dibandingkan Rp385,17 miliar pada semester I/2025. Berikut perbandingan sejumlah indikator keuangan PGUN.
| Indikator | Semester I/2026 | Semester I/2025 | Perubahan |
| Penjualan | Rp304,97 miliar | Rp385,17 miliar | -20,82% |
| Beban pokok penjualan | Rp155,64 miliar | Rp233,08 miliar | -33,23% |
| Laba bruto | Rp149,33 miliar | Rp152,08 miliar | -1,81% |
| Laba bersih | Rp44,51 miliar | Rp83,53 miliar | -46,72% |
Penjualan turun lebih dari 20%
Penjualan PGUN turun dari Rp385,17 miliar menjadi Rp304,97 miliar pada semester I/2026. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa pendapatan dari kegiatan utama perusahaan belum menyamai capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total penjualan semester I/2026, Rp258,70 miliar berasal dari CPO dan Rp46,27 miliar dari inti kelapa sawit. PGUN membukukan laba bersih Rp44,51 miliar pada semester I/2026, turun 46,72% dari Rp83,53 miliar pada semester I/2025.
Baca Juga: Emiten Haji Isam Bertambah Jadi Empat: Simak Performa JARR, PGUN, TEBE, Hingga PACK Penurunan laba bersih lebih dalam dibandingkan penurunan laba bruto. Hal ini menunjukkan bahwa selain perubahan penjualan dan beban pokok, investor juga perlu memeriksa komponen beban usaha, pendapatan dan beban lain-lain, serta pajak dalam laporan keuangan lengkap untuk memahami penyebab penurunan laba secara menyeluruh. Pada akhir Juni 2026, total aset PGUN tercatat Rp2,42 triliun, turun dari Rp2,52 triliun pada akhir 2025. Liabilitas turun menjadi Rp502,50 miliar dari Rp602,11 miliar, sedangkan ekuitas naik tipis menjadi Rp1,92 triliun dari Rp1,91 triliun.
| Posisi keuangan | 30 Juni 2026 | 31 Desember 2025 |
| Total aset | Rp2,42 triliun | Rp2,52 triliun |
| Total liabilitas | Rp502,50 miliar | Rp602,11 miliar |
| Total ekuitas | Rp1,92 triliun | Rp1,91 triliun |
Angka tersebut menunjukkan penurunan aset dan liabilitas pada semester pertama 2026. Namun, perubahan ini tidak dengan sendirinya cukup untuk menyimpulkan kondisi likuiditas atau kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya. Analisis lebih lanjut memerlukan rincian kas, utang berbunga, arus kas operasi, dan jadwal pembayaran kewajiban.
Baca Juga: Simak Prospek ASLI yang Kini Dekat dengan Haji Isam, Sahamnya Sebulan Terbang 102% Gadai Saham PGUN oleh Pemegang Saham Pengendali Terafiliasi Haji Isam
Pada 7 Oktober 2026, terungkap bahwa tiga pemegang saham pengendali PGUN menjaminkan seluruh kepemilikan saham mereka kepada Bank Mandiri. Penjaminan tersebut telah dilakukan pada 30 September 2026 sebagai bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh perusahaan afiliasi. Tiga pemegang saham yang disebutkan dalam keterbukaan informasi adalah PT Araya Agro Lestari, PT Citra Agro Raya, dan PT Baramega Citra Mulia Persada.
| Pemegang saham | Porsi kepemilikan yang diberitakan | Saham yang dijaminkan |
| PT Araya Agro Lestari | 38,44% | Seluruh kepemilikannya |
| PT Citra Agro Raya | 38,25% | Seluruh kepemilikannya |
| PT Baramega Citra Mulia Persada | 15,69% | Seluruh kepemilikannya |
Ketiga pemegang saham tersebut secara bersama-sama memiliki sekitar 92,38% saham PGUN berdasarkan persentase yang diberitakan. Penjaminan seluruh saham milik ketiganya berarti sebagian besar kepemilikan pemegang saham pengendali terikat dalam perjanjian jaminan, bukan berarti seluruh saham PGUN yang beredar di pasar dijaminkan.
Tonton: Bea Cukai Digitalisasi Pengawasan Kargo Impor dengan X-Ray dan AI Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News