Jadi Saham Cepek, Grup EMTEK Perkuat Pemilikan Saham Di Bukalapak



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terus melorot hingga kini menjadi saham cepek atau saham harga Rp 100. Di tengah penurunan hargam Grup EMTEK memperkuat posisi pemilikan saham BUKA.

Terbaru, Grup EMTEK melalui anak usaha PT Kreatif Media Karya meningkatkan kepemilikan sahamnya di BUKA menjadi 45,678% pada akhir September 2026. Porsi tersebut setara dengan 47,125 miliar saham, naik dari 44,90% pada periode sebulan sebelumnya.

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek BUKA per 30 September 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), penambahan kepemilikan tersebut mencapai 803,287 juta saham.


Dengan posisi itu, Kreatif Media Karya tetap menjadi pemegang saham terbesar di Bukalapak. 

PT Kreatif Media Karya atau yang dikenal juga sebagai KMK Online adalah anak perusahaan digital dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) yang didirikan pada tanggal 24 Mei 2012. 

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sendiri juga tercatat memiliki sekitar 10,67% saham BUKA atau setara 11,01 miliar saham. 

Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis pada Perdagangan Senin (12/10) Pagi

Laporan registrasi pemegang efek mencatat total saham ditempatkan dan disetor penuh BUKA mencapai sekitar 103,17 miliar saham per akhir September 2026.

Dari jumlah tersebut, pemodal nasional menguasai 89,29% atau sekitar 92,11 miliar saham. Sementara itu, kepemilikan investor asing tercatat sebesar 10,71% atau sekitar 11,05 miliar saham.

Struktur kepemilikan tersebut menunjukkan besarnya porsi saham yang dikuasai pemegang saham strategis. Adapun saham yang beredar di publik perlu dicermati berdasarkan klasifikasi pemegang saham dan definisi free float yang digunakan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data yang dihimpun, free float BUKA tercatat sebesar 28,7% atau sekitar 29,61 miliar saham. Angka ini perlu dicocokkan dengan data resmi BEI untuk memastikan kesesuaiannya dengan definisi saham beredar di publik.

Investor asing catat net foreign sell

Di tengah perubahan struktur kepemilikan tersebut, investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net foreign sell saham BUKA senilai Rp 5,93 miliar pada minggu pertama Oktober 2026.

Data perdagangan pada Jumat 9 Oktober 2026 mencatat harga saham BUKA ditutup pada level Rp 100. Harga saham BUKA sempat mencapai Rp 175 pada April 2026, tapi setelah itu terus melorot.

 

Harga Emas Antam Tak Bergerak! Bertahan di Rp2,59 Juta per Gram
© 2026 Konten oleh Kontan
 

Dari jumlah tersebut, pemodal nasional menguasai 89,29% atau sekitar 92,11 miliar saham. Sementara itu, kepemilikan investor asing tercatat sebesar 10,71% atau sekitar 11,05 miliar saham.

Selain Kreatif Media Karya, 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News