Dengan kesan kla
sik yang tidak bisa dilepaskan dari tunggangan mobil BMW, penggemar BMW modifikasi Alpina justru semakin percaya diri. Penampilan elegan jauh lebih menonjol ketimbang kesan kunonya. Begitulah yang dirasakan para anggota komunitas BMW Alpina, salah satunya Andre Taulany. Pelawak yang tenar lewat acara Opera Van Java ini kepincut dengan modifikasi Alpina lantaran membuatnya merasa lebih keren dan trendi. Selain itu, pengguna mobil ini pun masih terbilang jarang di Indonesia. Mobil BMW milik Andre ialah type E30 Cabrio serie 325i keluaran tahun 1986. Tunggangan Andre di jalanan itu telah dimodifikasi dengan produk keluaran Alpina, seperti pelek dan bumper. "Udah cinta mati. Kalau diaplikasikan ke BMW E30, ganteng bener," kata Andre, Rabu (2/9).
Meskipun penggunanya terbilang sedikit, rupanya sudah terbentuk perkumpulan para pengagum tuner BMW Alpina. Namanya, Alpina Society Indonesia (ASC) yang berdiri sejak 2010 silam. Menurut Karendita Dayri, President ASC, saat ini anggota ASC yang terdaftar mencapai 25 orang. Diantaranya Andre Taulany yang juga merangkap brand ambassador perkumpulan tesebut. Setiap anggota memiliki type mobil BMW yang berbeda-beda, mulai dari keluaran 1965 hingga 2001. Dayri sendiri memiliki BMW type E21 serie 320 keluaran 1975. Rutin ikut pameran mobil ASC dibentuk sebagai tempat berdiskusi sekaligus tukar informasi sesama penggemar Alpina. "Sebenarnya di mobil BMW itu kan banyak tuner lain, tapi untuk Alpina jarang karena gaya elegan dan lebih kelihatan klasik," jelas Dayri. Sedikitnya ada tig
a produk keluaran Aplina yang khas, yaitu pelek, add on bumper, dan spoiler. Harga jual produk tersebut di pasar bervariasi. Misalnya pelek untuk jenis ring 18 sekitar Rp 20 juta dan ring 20 sebesar Rp 35 jutaan.