Jadi Tulang Punggung Perekonomian, Konsumsi RT Hanya Tumbuh 4,89% Sepanjang 2025



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konsumsi rumah tangga sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi belum mampu tumbuh setara dengan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,11%, sedangkan konsumsi rumah tangga tumbuh dibawahnya yakni mencapai 4,98%, meski tumbuh dari tahun sebelumnya yang mencapai 4,94%, dan tumbuh dari 2023 yang mencapai 4,83%.

 “Konsumsi rumah tangga tumbuh seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat,” tutur Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).


Adapun ia memerinci, pertumbuhan konsumsi rumah tangga tertinggi terjadi pada pengeluaran kelompok restoran dan hotel sebesar 6,38% seiring meningkatnya kegiatan wisata selama liburan yang tercermin dari peningkatan perjalanan wisatawan nusantara.

Kemudian, didorong juga oleh konsumsi transportasi dan komunikasi yang tumbuh tinggi sebesar 6,325, juga didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat dan stimulus di bidang transportasi, antara lain diskon tarif tol dan diskon tarif berbagai moda transportasi.

Baca Juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi Di Wilayah Sulawesi Jadi yang Tertinggi Capai 6,23%

Komponen pendukung lainnya adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 5,09% atau masih dibawah pertumbuhan ekonomi nasional.

Amalia membeberkan, pertumbuhan PMTB tertinggi terjadi pada sub komponen mesin dan perlengkapan sebesar 17,99% disebabkan oleh peningkatan impor barang modal jenis mesin, produksi industri mesin serta belanja pemerintah untuk peralatan dan mesin.

Lalu, didorong oleh sub komponen kendaraan yang tumbuh 5,16% didorong oleh peningkatan impor kendaraan. Serta pertumbuhan PMTB didorong dengan peningkatan realsiiasi investasi BKPM sebesar 12,66%.

Selanjutnya adalah ekspor barang dan jasa yang tumbuh 7,03%. Beberapa komoditas pendorongnya adalah komoditas non minyak dan gas (migas) yang mengalami peningkatan nilai dan volume ekspor selama 2025, antara lain lemak dan minyak hewan/nabati, besi dan baja, mesin dan peralatan listrik, serta kendaraan dan bagiannya.

Selain itu, pertumbuhan ekspor jasa salah satunya didukung oleh peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 10,80%.

Baca Juga: Dari 147,91 Juta Pekerja di Indonesia, Paling Banyak Bekerja di Sektor Ini!

Selanjutnya: Dana Pensiun Kanada Siap Lepas Aset Pelabuhan Inggris

Menarik Dibaca: NotebookLM Android: Buat Video dan Infografis Cuma dengan AI Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: