KONTAN.CO.ID - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H tahun 2026, umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah. Terdapat tiga jenis puasa yang lazim dilakukan sebelum hari raya kurban, yakni puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah. Amalan ini memiliki kedudukan istimewa dalam syariat Islam, terutama bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Baca Juga: Lowongan Kerja LPSK Mei 2026 Dibuka untuk Lulusan S1, Ini Posisi dan Syaratnya
Jadwal dan Bacaan Niat Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha
Berikut adalah jadwal serta panduan niat untuk masing-masing puasa sunnah menjelang Idul Adha 1447 H: 1. Puasa Dzulhijjah (tanggal 1-7 Dzulhijjah) Ibadah ini dilaksanakan pada tujuh hari pertama bulan Dzulhijjah.- Bacaan Niat: Nawaitu shouma syahri dzulhijjah sunnatan lillahi ta'ala
- Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.
- Bacaan Niat: Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala
- Artinya: Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta’ala.
- Bacaan Niat: Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta'ala
- Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.
Keutamaan Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha
- Penghapusan Dosa Dua Tahun: Puasa Arafah secara khusus memiliki keistimewaan menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya berdasarkan Hadits Riwayat Muslim.
- Sarana Mendekatkan Diri: Ibadah puasa merupakan bentuk ketaatan mutlak yang menunjukkan tingkat ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT.
- Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW: Melaksanakan amalan ini berarti menghidupkan tradisi ibadah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya.
- Latihan Kesabaran: Selain menahan lapar, puasa melatih kemampuan pengendalian diri, emosi, serta hawa nafsu dari hal-hal negatif.