Jadwal Fase Bulan Februari 2026: Gerhana Matahari Cincin jadi Bagian Pertunjukan!
Senin, 02 Februari 2026 16:07 WIB
Penulis: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Pantau penampakan Bulan di Februari 2026, gerhana akan muncul saat memasuki fase ini. Berikut penjelasan dan kapan akan muncul. Salah satu fenomena astronomi yang muncul setiap bulan dengan penampakan yang bervariasi adalah Bulan. Bulan yang mungkin kerap kali Anda pantau kemunculannya setiap malam, terkadang muncul dalam bentuk lingkaran sempurna, sabit, atau bahkan setengah lingkaran.
Baca Juga: Meteoroid, Meteor, dan Meteorit: Objek yang Sama, Tetapi Beda Nama, ini Penjelasannya Mengutip laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perubahan bentuk Bulan yang tampak dari Bumi ini disebut dengan fase-fase Bulan. Dari sejumlah fase Bulan, terdapat empat fase utama, yaitu Bulan Baru, Setengah Purnama Awal (Perempat Pertama), Fase Purnama, dan Fase Setengah Purnama (Perempat Akhir). Periode revolusi Bulan pada bidang orbitnya dihitung dari posisi fase Bulan Baru ke fase Setengah Purnama awal ke fase Purnama ke fase Setengah Purnama Akhir dan kembali ke Bulan Baru. Itu disebut sebagai periode sinodis, yang secara rata-rata ditempuh dalam waktu 29,53059 hari (29 hari 12 jam 44 menit 03 detik). Berikut ini adalah jadwal fase Bulan pada Februari 2026. Baca Juga: Rekor Suhu Laut Terdingin Bumi Terungkap dan Kehidupan di Zaman Es
Fase Bulan Februari 2026:
Fase Purnama (2 Februari 2026 pukul 05.09 WIB)
Fase Setengah Purnama Akhir (9 Februari 2026 pukul 19:43 WIB)
Fase Bulan Baru (17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB)
Fase Setengah Purnama Awal (24 Februari 2026 pukul 19.27 WIB)
Sebagai info, fase di atas diurutkan berdasarkan tanggal kemunculan. Namun secara urutan, fase Bulan pada dasarnya diawali dari Bulan Baru. Berbicara tentang fase Bulan, pada Februari ini juga akan ada fenomena astronomi yang masih berhubungan dengan gerhana. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, akan ada gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada pertengahan Februari 2026. Gerhana Matahari Cincin terjadi saat Bulan memasuki fase New Moon atau Bulan Baru pada 17 Februari 2026. Baca Juga: Nama Lain Bintang Berekor Adalah Komet, Ini Penjelasan yang Harus Anda Ketahui
Mengapa bisa ada gerhana Matahari Cincin? Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Bulan melewati bidang antara Bumi dan Matahari sehingga Matahari tampak tertutupi secara total atau sebagian dari sudut pandang pengamat di Bumi. Saat puncak gerhana, Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya. Menurut laman Timeanddate, gerhana Matahari Cincin ini hanya terlihat dari sebagian wilayah Antartika dan Samudra Selatan atau Lautan Selatan. Beberapa wilayah di Afrika Selatan dan ujung selatan Amerika Selatan akan mengalami gerhana Matahari Sebagian. Apakah masyarakat di wilayah Indonesia dapat menyaksikan fenomena tersebut? Sayangnya, Indonesia yang berada di Asia Tenggara tidak termasuk dalam lintasan konfigurasi gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada awal tahun ini.