KONTAN.CO.ID - Simak jadwal dan cara melihat Hujan Meteor Perseid 12-13 Agustus 2025. Langit malam setiap pertengahan tahun kerap menyuguhkan pertunjukan alam yang memukau, salah satunya hujan meteor Perseid. Fenomena ini ditunggu para pemburu langit karena menampilkan kilatan cahaya yang melesat cepat di angkasa, bak pesta kembang api kosmik. Lalu, seperti apa penyebab Hujan Meteor Perseid bisa terjadi dan bagaimana cara melihat? Intip informasi selengkapnya.
Apa Itu Hujan Meteor Perseid?
1. Kapan Meteor Perseid Terjadi?
Hujan Meteor Perseid biasanya berlangsung setiap tahun mulai pertengahan Juli hingga akhir Agustus, dengan puncaknya sekitar 12–13 Agustus. Pada puncaknya, Anda yang ingin mengamai perlu berada di lokasi yang gelap dan bebas polusi cahaya agar melihat 50–100 meteor per jam. Fenomena ini disebut “Perseid” karena meteor-meteornya tampak berasal dari arah rasi bintang Perseus. Baca Juga: Hari-Hari pada Juli-Agustus 2025 Diprediksi Bakal Lebih Singkat, Ini Sebabnya Berdasarkan laporan Space.com, hujan meteor Perseid akan berlangsung dari 14 Juli hingga 24 Agustus 2025, dengan puncak aktivitas terjadi pada 12 dan 13 Agustus 2025. Sehingga, waktu pagi hari pada tanggal 12 dan 13 Agustus menjadi momen terbaik untuk menyaksikan fenomena ini. Pada tanggal 14 Agustus masih berpotensi menampilkan meteor, dengan intensitas menurun karena Perseid cenderung berkurang cepat setelah melewati puncak. Baca Juga: Sambut Dark Sky Week 2025, Ini 10 Benda Langit yang Bisa Dilihat dengan Mudah Melansir Kantor Berita Antara, Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin bahwa hujan meteor Perseid akan melintasi langit Indonesia. Perkiraan Hujan Meteor Perseid akan menghiasi langit Indonesia pada 12–13 Agustus 2025.2. Cara Melihat Meteor Perseid
Dalam pernyataan yang sama, Thomas Djamaluddin ungkap waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor Perseid menjelang fajar di arah timur laut. "Saksikan di langit timur laut menjelang fajar. Syaratnya cuaca cerah, medan pandang tidak terhalang, dan jauh dari polusi cahaya," kata Thomas. Selain itu, Thomas mengingatkan karena malam 12-13 Agustus masih ada cahaya bulan pasca-purnama, jumlah meteor yang terlihat kemungkinan hanya belasan per jam. Baca Juga: Gambar Satelit Ungkap Kapal Perang Terbesar dan Tercanggih Korea Utara Ada beberapa panduan untuk melihat fenomena astronomi berikut ini:- Lokasi Ideal: Tempat terbuka yang minim cahaya buatan (polusi cahaya) dan memiliki pandangan langit luas.
- Peralatan: Tidak memerlukan teleskop atau alat bantu, cukup mata telanjang untuk jangkauan pandang yang luas.
- Persiapan: Gunakan pakaian hangat (jika di daerah dingin), bawa alas atau kursi santai, dan beri waktu mata beradaptasi sekitar 15–20 menit dengan kegelapan untuk melihat meteor lebih jelas.