Jaecoo Bukukan Penjualan 20.000 Unit pada Semester I, Optimistis Pasar EV Tumbuh



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jaecoo Indonesia mencatatkan penjualan lebih dari 20.000 unit sepanjang semester I 2026. Pabrikan asal China tersebut optimistis tren penjualan kendaraan elektrifikasi masih akan berlanjut pada paruh kedua tahun ini seiring pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Head of Marketing Jaecoo Indonesia Mohammad Ilham Pratama mengatakan capaian penjualan tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk memperkuat ekspansi di pasar nasional. Meski demikian, Jaecoo tidak menetapkan target penjualan secara spesifik hingga akhir tahun.

"Untuk Jaecoo sendiri pencapaiannya sudah delivery lebih dari 20.000 unit," ujarnya di sela GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.


Baca Juga: Jaecoo Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Rencana PKB Mobil Listrik di Jakarta

Saat ditanya mengenai target penjualan hingga akhir tahun, Ilham hanya mengatakan perusahaan ingin membukukan penjualan setinggi mungkin.

"Targetnya sebanyak-banyaknya," katanya.

Ia menilai prospek pasar kendaraan elektrifikasi masih positif. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan penjualan kendaraan listrik sepanjang Januari hingga Juni tahun ini yang terus meningkat.

Menurut Ilham, semakin banyaknya produsen yang menghadirkan kendaraan listrik di Indonesia justru menunjukkan pasar masih berkembang dan memiliki ruang pertumbuhan.

"Industri otomotif kita saat ini tumbuh, khususnya untuk EV. Dengan banyaknya brand-brand lain itu menandakan pertumbuhan otomotif kita ke arah yang lebih baik," ujarnya.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Jaecoo akan terus memperkuat lini kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV). Selain menawarkan kendaraan listrik murni, perusahaan juga menghadirkan model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) guna menjangkau kebutuhan konsumen yang semakin beragam.

Ilham menambahkan, strategi tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan penjualan pada semester II 2026 di tengah persaingan pasar kendaraan elektrifikasi yang semakin ketat.

"Harapannya bisa memenuhi kebutuhan dan menjawab mobilitas masyarakat Indonesia saat ini," tutupnya.

Baca Juga: Air Bersih Mengalir Lewat Peri Berdaya Pertamina EP Papua Field

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News