Jaga Defisit APBN, Pemerintah Buka Peluang Pangkas Anggaran MBG



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah membuka peluang pemangkasan anggaran belanja program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya menjaga defisit APBN 2026 tetap di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Juga sebagai antisipasi risiko kenaikan harga minyak dunia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, salah satu bantalan fiskal yang dipertimbangkan pemerintah berasal dari efisiensi program MBG, selain anggaran Kementerian/Lembaga (K/L)

Menurut Purbaya, efisiensi tersebut antara lain melalui pengurangan hari pelaksanaan program dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan. Usulan ini berasal dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan diperkirakan dapat menghemat anggaran dalam jumlah signifikan.


“MBG juga akan melakukan efisiensi dengan mengurangi satu hari saja (pemberian MBG), hitungan kasarnya bisa sekitar Rp 40 triliun, tapi bisa lebih,” ujar Purbaya kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga: Tahan Kenaikan Yield SBN, Purbaya Suntik Likuiditas Rp 100 Triliun ke Perbankan

Purbaya menegaskan, efisiensi ini bukan merupakan pemangkasan sepihak dari Kementerian Keuangan, melainkan inisiatif dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang menilai masih terdapat ruang penghematan belanja program MBG.

“Yang penting efisiensi ada, dan anak sekolah tetap bisa makan cukup,” imbuhnya.

Purbaya juga menyebut, langkah efisiensi ini menjadi salah satu opsi yang dapat dijalankan jika tekanan fiskal meningkat, terutama akibat lonjakan harga minyak global. Namun, keputusan final tetap menunggu pembahasan lebih lanjut dan persetujuan Presiden.

Selain MBG, pemerintah juga tengah menyiapkan skema efisiensi yang merata di seluruh kementerian dan lembaga (K/L). Dalam prosesnya, Menkeu Purbaya meminta masing-masing K/L mengusulkan besaran penghematan.

“Saya berharap mereka hitung berapa besar pemotongan yang bisa dilakukan. (Setelah itu) nanti kita yang atur (Kemenkeu),” kata Purbaya.

Di sisi lain, Purbaya memastikan kondisi APBN saat ini masih cukup kuat untuk menahan tekanan. Termasuk dari potensi kenaikan harga energi terutama minyak global. Ia menepis kekhawatiran bahwa pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat.

“APBN kita masih tahan. Saya tidak akan ubah subsidi atau APBN sampai harga benar-benar melonjak tinggi. Dengan kondisi sekarang, sampai akhir tahun masih aman,” jelasnya.

Baca Juga: WFH 1 Hari dalam Sepekan untuk ASN-Swasta, Mendagri: Tunggu Arahan Presiden

Purbaya menambahkan, pemerintah telah menghitung berbagai skenario risiko lebih awal, termasuk dampak terhadap inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi.

Dengan berbagai langkah tersebut, Purbaya optimistis defisit APBN tetap terjaga di bawah batas aman, meski tekanan global masih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News