Jaga fungsi tubuh dengan cukup cairan



JAKARTA. Tubuh sangat membutuhkan cukup cairan. Sebab air dalam tubuh manusia merupakan bagian terbesar dari komposisi tubuh manusia. Jika kekurangan cairan maka jaringan tubuh, sel-sel, dan organ manusia tak akan berjalan baik. Efek yang dirasakan bisa cukup buruk misalnya badan lemas, pencernaan tidak lancar hingga gangguan fungsi ginjal.

Mulyadi Tedjapranata, Dokter Medizone Clinic Kemayoran Jakarta Pusat mengatakan, manusia membutuhkan cairan setiap hari karena sekitar 50%-70% kandungan organ dalam tubuh berupa cairan. Karena itu boleh dibilang, air menjadi komponen penting dalam tubuh manusia.

Distribusi cairan tubuh berbeda tergantung dari ukuran tubuh. Pada orang dewasa, misalnya memiliki cairan 60% dalam tubuh, anak-anak sekitar 60%-77%, bayi 77% dan manula 40%-50%. Pada manula persentase cairan berkurang karena fungsi jaringan tubuh menurun.


Cairan dibutuhkan karena di dalamnya terdapat elektrolit yang diperlukan untuk menjaga sel tubuh berjalan sesuai fungsinya. Elektrolit adalah zat yang larut dan membentuk ion-ion. Elektrolit ini berupa natrium, kalium, dan lain-lain. Kandungan tersebut sangat penting dalam membantu sel untuk menghasilkan energi dan menjaga stabilitas dinding sel. Karena itulah, keseimbangan elektrolit perlu dijaga.

Proporsi cairan dan elektrolit dalam tubuh pun berbeda. Pada bayi baru lahir misalnya proporsinya bisa mencapai 80% dari berat badan, sedangkan pada dewasa mencapai 60% dari berat badan.

Jika keseimbangan ini terganggu maka sel tubuh akan mengalami kekurangan cairan alias dehidrasi. Tubuh tidak boleh kekurangan elektrolit natrium karena natrium sangat penting untuk fungsi kerja saraf, otot, otak, serta untuk menjaga keseimbangan asam basa tubuh.  Bahkan kasus lebih buruk akibat kekurangan cairan bisa menyebabkan kerusakan sel.

Selain itu, cairan juga bermanfaat dalam mentransformasikan peredaran darah. Apabila kebutuhan cairan tidak terpenuhi maka darah akan mengental dan mempengaruhi kinerja otak serta jantung.

Cairan juga berfungsi untuk mengatur suhu tubuh pada manusia. "Jika kekurangan cairan akan menyebabkan dehidrasi ringan hingga dehidrasi berat," kata Mulyadi, Kamis (17/11).

Orang yang mengalami dehidrasi berat akan menyebabkan tekanan darah menurun dan gangguan keseimbangan. Sedangkan, dehidrasi ringan akan menyebabkan rasa haus, sakit kepala, sembelit dan cepat lelah.

Untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh harus dengan takaran yang tepat yaitu delapan gelas-10 gelas per hari atau sekitar 2.000 ml hingga 2.500 ml per hari. Tubuh yang baik adalah mendapatkan cairan yang pas, tidak kekurangan juga tidak kelebihan. "Tubuh manusia juga membutuhkan elektrolit," ujar dia.

Jaga keseimbangan

Namun, kebanyakan minum akan menganggu keseimbangan elektrolit tubuh. Ketika kita banyak minum maka frekuensi buang air kecil akan meningkat. Saat buang air kecil elektrolit dalam tubuh ikut keluar bersama urine. Bila frekuensi buang air kecil meningkat, jumlah elektrolit yang keluar bersama urine juga bertambah. Akibatnya, tubuh kehilangan sejumlah elektrolit tertentu dan menganggu keseimbangan tubuh.

Olahraga atau aktivitas fisik yang berat juga menganggu keseimbangan elektrolit. Semakin berat makan keringat yang keluar akan meningkat. Karena itu setelah melakukan olahraga atau aktivitas yang berat disarankan untuk banyak minum. Atau mengganti dengan meminum air kelapa.

Air kelapa antara lain mengandung 61 mg kalium dan 1,3 gram gula alami dalam setiap 200 mililiter. Air kelapa juga memiliki kandungan vitamin C, asam nikotinat, asam pantotenat, biotin, riboflavin dan asam folat.

Air kelapa juga mengandung mengandung kalium yang tinggi. Karena itu, bagi beberapa orang yang menderita disentri, kolera, diare dianjurkan untuk mengonsumsi air kelapa. Penelitian menyebutkan keseimbangan elektrolit dan plasma dalam air kelapa hampir sama dengan darah.

Tak heran bagi orang yang berolahraga sangat dianjurkan untuk mengganti cairan yang hilang dengan mengonsumsi air kelapa. Air kelapa juga memiliki manfaat lain seperti mencegah penuaan dini. Pasalnya, air kelapa mengandung asam laurat dan sitokin. Dua elemen ini berguna untuk proses regenerasi sel yang penting untuk meminimalisir penuaan kulit.

Selain air kelapa, Mulyadi menambahkan, kandungan elektrolit juga dapat diperoleh dari makanan seperti karbohidrat dan lemak. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia