JAKARTA. Penjualan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) pada separuh pertama tahun ini tergerus penurunan daya beli masyarakat. Ditambah lagi, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) semakin loyo. Meski begitu, peritel ini mencoba resep khusus demi memoles kinerja di sisa tahun ini. Sekadar mengingatkan, sejatinya pada semester I-2015, pendapatan bersih MAPI naik 10,90% menjadi Rp 6,10triliun. Tapi, laba bersih anjlok 67,82% menjadi Rp 33,35 miliar. Analis RHB OSK Securities Herman Tjahjadi menyebutkan, selain pelemahan daya beli masyarakat, keoknya rupiah menjadi faktor dominan pemberat kinerja MAPI. Maklum, sebanyak 60% produk MAPI adalah barang impor. Itu sebabnya ia menilai, kinerja perseroan masih berat selama rupiah masih terpuruk. Meski penghasilan lesu, setidaknya kinerja margin MAPI bisa lebih baik.
Jaga kantong tak bocor, MAPI kurangi diskon
JAKARTA. Penjualan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) pada separuh pertama tahun ini tergerus penurunan daya beli masyarakat. Ditambah lagi, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) semakin loyo. Meski begitu, peritel ini mencoba resep khusus demi memoles kinerja di sisa tahun ini. Sekadar mengingatkan, sejatinya pada semester I-2015, pendapatan bersih MAPI naik 10,90% menjadi Rp 6,10triliun. Tapi, laba bersih anjlok 67,82% menjadi Rp 33,35 miliar. Analis RHB OSK Securities Herman Tjahjadi menyebutkan, selain pelemahan daya beli masyarakat, keoknya rupiah menjadi faktor dominan pemberat kinerja MAPI. Maklum, sebanyak 60% produk MAPI adalah barang impor. Itu sebabnya ia menilai, kinerja perseroan masih berat selama rupiah masih terpuruk. Meski penghasilan lesu, setidaknya kinerja margin MAPI bisa lebih baik.