Jaga Kualitas Pembiayaan, Simak Strategi Fintech Amartha



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga kualitas pembiayaan.

VP Public Relations Amartha Harumi Supit mengatakan, Amartha menerapkan prinsip kehati-hatian melalui diversifikasi sektor usaha, serta pemanfaatan machine learning dan Artificial Intelligence (AI) dalam proses credit scoring.

"Disertai juga pendampingan dan edukasi literasi keuangan maupun digital yang dilakukan lebih dari 10.000 tenaga lapangan di seluruh wilayah operasional Amartha," ujarnya kepada Kontan, Kamis (5/11/2026).


Baca Juga: KB Bank Tunda Penerbitan Obligasi Global, Analis Soroti Risiko Pendanaan

Menurut Harumi ada sejumlah faktor yang bisa memengaruhi kualitas pembiayaan di industri fintech lending. Dia menyebut kualitasnya dapat dipengaruhi kondisi ekonomi yang berdampak pada daya beli, omzet, serta arus kas pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bagi Amartha, Harumi sempat menyebut pertumbuhan bisnis perlu berjalan seiring dengan kualitas portofolio dan pengelolaan risiko yang prudent, serta cost of funds yang terjaga. 

Terkait kinerja, Harumi menyampaikan secara kumulatif, Amartha telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp 45 triliun sejauh ini. Dia bilang pembiayaan itu disalurkan kepada lebih dari 4 juta pelaku usaha mikro perempuan di Indonesia, dengan dukungan investor domestik maupun global.

Sementara itu, Harumi juga menyebut tingkat rasio kredit macet secara agregat atau TWP90 Amartha masih berada di bawah ambang batas aman OJK yang sebesar 5%.

Asal tahu saja, TWP90 industri fintech lending memburuk atau meningkat dari posisi Agustus 2026 yang sebesar 4,73%, menjadi sebesar 5,36% per September 2026. Artinya, pencapaian angka TWP90 industri fintech lending per September 2026 sudah melampaui ambang batas aman ketentuan OJK, yakni sebesar 5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News