Jaga likuiditas, BNI akan terbitkan NCD Rp 5 T



JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan likuiditas perbankan pada semester II-2015 akan naik jika dibandingkan dengan likuiditas semester I-2015. Pasalnya, di semester II ini perbankan bakal lebih jor-joran dalam menyalurkan kredit. Salah satu bank milik pemerintah yang akan turut meramaikan pembiayaan pembangunan proyek infrastruktur adalah PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk. Direktur Keuangan BNI, Rico Rizal Budidarmo mengungkapkan, pembiayaan pembangunan proyek infrastruktur memang membutuhkan dana yang besar dan bersifat jangka panjang. Untuk menyalurkan pembiayaan tersebut, BNI tidak hanya mengandalkan dana dari masyarakat yang sebagian bersifat jangka pendek, tapi juga akan mencari dari sumber dana lain yang lebih stabil seperti  penerbitan surat berharga.

"Untuk itu, meskipun kami mengestimasikan pertumbuhan DPK (dana pihak ketiga) di level 10%-12%, BNI juga terus menyiapkan penerbitan surat berharga jangka panjang seperti NCD sekitar Rp 3 triliun-Rp 5 triliun guna mendukung pembiayaan tersebut," kata Rico kepada KONTAN, Senin (10/8). Rico bilang, hal itu sejalan dengan pelonggaran aturan OJK di mana rasio finansial perbankan untuk likuiditas tidak lagi dilihat berdasarkan rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR), tetapi termasuk dalam hitungan rasio Loan to Funding Ratio yang mengikut-sertakan surat berharga dalam sumber pembiayaan pinjaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan