Jaga Margin Bunga Bersih, BCA Andalkan Dana Murah dan Kredit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) hingga akhir tahun dipengaruhi oleh suku bunga acuan, kondisi makroekonomi, potensi risiko, serta likuiditas perbankan. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi pergerakan suku bunga di sisi kredit maupun pendanaan. "Faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi pergerakan suku bunga, baik di sisi kredit maupun di sisi pendanaan," ujar Hera kepada Kontan, Senin (6/7/2026). Sejalan dengan hal tersebut, BCA menjaga stabilitas biaya dana (cost of fund) melalui penguatan dana murah atau current account saving account (CASA). Per Maret 2026, CASA BCA mencapai Rp1.089 triliun, tumbuh 11,2% secara tahunan (year on year/YoY). Dengan capaian tersebut, porsi CASA mendominasi sekitar 85,2% dari total dana pihak ketiga (DPK).

Baca Juga: BTN Tancap Gas Transformasikan Bisnis Sementara itu, penyaluran kredit BCA tetap berjalan. Hingga Maret 2026, total kredit yang disalurkan BCA mencapai Rp 994 triliun. Penyaluran kredit tersebut dilakukan ke berbagai segmen dan sektor usaha dengan tetap mempertimbangkan kualitas debitur serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan kondisi ekonomi maupun kebijakan. Mengutip materi Paparan Kinerja BCA Kuartal I 2026, NIM bank swasta terbesar di Tanah Air ini berada pada level 5,3%. Angka tersebut naik dibandingkan kuartal I 2025 yang sebesar 4,8%. Hera mengatakan BCA optimistis dapat menjaga komposisi pendanaan yang sehat dan kuat, mengandalkan berbagai produk dan layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat. "Ditopang likuiditas yang memadai, BCA berkomitmen menyalurkan kredit yang berkualitas ke berbagai segmen dan sektor secara pruden, sekaligus mempertimbangkan prinsip-prinsip kehati-hatian dengan penerapan manajemen risiko disiplin," katanya.

Baca Juga: Bank Mandiri Andalkan Sektor Produktif untuk Topang Pertumbuhan Kredit pada 2026


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News