Jaga Rupiah, Ekonom Ini Perkirakan BI akan Menahan Suku Bunga Acuan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan menahan suku bunga acuan di level 6,00% dalam Rapat Dewan Gubernur BI Februari 2024. 

Riefky mengungkapkan, langkah BI untuk menahan suku bunga acuan tersebut dilakukan demi menjaga pergerakan rupiah. 

“Kami menilai sebaiknya BI mempertahankan BI Rate di level 6,00% bulan ini, untuk menjaga stabilitas rupiah,” terang Riefky kepada Kontan.co.id, Rabu (20/2). 


Meskipun sedikit terdepresiasi selama sebulan terakhir, rupiah kini berhasil berada pada kisaran Rp 15.650 per dolar AS. 

Baca Juga: Ekonom Bank Mandiri Sebut Tantangan Ekonomi Tetap Besar di 2024

Di sisi lain, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakannya dan mengindikasikan penurunan suku bunga kemungkinan akan ditunda. 

Riefky menilai, penting menjaga spread (selisih) imbal hasil yang memadai antara obligasi pemerintah Indonesia dengan obligasi negara AS untuk mencegah arus keluar modal dan menjaga rupiah untuk terkendali.

Selain itu, tingkat inflasi dalam negeri pun melandai dan tetap berada dalam kisaran sasaran BI. Inflasi pada Januari 2024 sebesar 2,57% yoy, atau mendekati titik tengah target baru yang sebesar 2,5% yoy. 

“Menurunnya dampak fenomena cuaca El Nino terhadap harga pangan, penyaluran bantuan sosial untuk mengendalikan volatilitas pangan, dan berkurangnya dampak musiman menjadi sebab inflasi Januari 2024,” tambah Riefky. 

Baca Juga: Sejumlah Sektor Ini Diprediksi Memiliki Kinerja Positif

Dengan pertimbangan tersebut, Riefky menilai, mempertahankan BI Rate menjadi sikap yang paling bijak diambil dalam Rapat Dewan Gubernur BI pekan ini. 

Adapun Gubernur BI Perry Warjiyo akan membacakan hasil Rapat Dewan Gubernur BI pada hari ini, Kamis (21/2). 

Masyarakat bisa menyaksikan pengumuman tersebut mulai pukul 14.00 WIB lewat kanal media sosial BI. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi