KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tiga pendiri Jago Coffee, Yoshua Tanu, Daniel Sidik, dan Christopher Oentojo, resmi terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur Indonesia masing-masing ke-117, ke-118, dan ke-119. Ketiganya berhasil lolos dalam
International Selection Panel (ISP) Endeavor yang berlangsung di Montreal, Kanada. Pencapaian tersebut menjadi pengakuan internasional terhadap model bisnis Jago Coffee yang mengandalkan konsep ritel bergerak (mobile retail) berbasis gerobak listrik.
Baca Juga: Mandiri Institute Dorong Adanya Insentif Bagi Pelaku Usaha yang Hitung Emisi Karbon Co-Founder & CEO Jago Coffee Yoshua Tanu mengatakan, kombinasi armada bergerak dan teknologi menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam menjalankan operasional bisnis. "Kami percaya masa depan kopi bukan hanya tentang membangun lebih banyak kedai, tetapi tentang bagaimana kopi bisa hadir lebih dekat dengan konsumen. Gerobak listrik memungkinkan kami memindahkan titik penjualan mengikuti kebutuhan konsumen, sementara teknologi membantu kami mengelolanya secara efisien," ujar Yoshua dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026). Jago Coffee memulai operasional pada 2020 dengan dua prototipe gerobak dan tiga barista. Sejak saat itu, perusahaan terus mengembangkan model bisnis ritel bergerak dengan dukungan teknologi. Dari sisi pendanaan, Jago Coffee telah mengumpulkan dana lebih dari US$20 juta. Perusahaan juga meraih pendanaan Seri B senilai US$12,5 juta pada Februari 2026. Setelah pendanaan tersebut, valuasi Jago Coffee disebut mencapai sekitar US$63,5 juta.
Baca Juga: Pertamina Kantongi Kontrak SAF 7.000 KL dari Cathay Pacific Selain mengembangkan jaringan ritel, Jago Coffee juga menjalankan program Jagoan Academy yang ditujukan untuk membekali mitra barista atau yang disebut "Jagoan" dengan keterampilan dan standar operasional perusahaan. "Yang kami bangun bukan hanya armada kafe bergerak, tetapi budaya wirausaha mikro generasi baru: para Jagoan. Lewat Jagoan Academy, seseorang bisa bergabung dalam kurang dari 24 jam dan langsung beroperasi dengan merek, standar kualitas, dan teknologi yang sama," kata Yoshua. Dalam proses seleksi di Montreal, ketiga pendiri tersebut mempresentasikan strategi bisnis Jago Coffee di hadapan enam panelis internasional yang berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Brasil, dan Kanada. Endeavor menyebut lebih dari 10.000 kandidat global disaring sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, 117 kandidat mencapai tahap ISP dan 88 kandidat dinyatakan lolos sebagai Endeavor Entrepreneur. Managing Director Endeavor Indonesia Monika Rudijono mengatakan, keterpilihan pendiri Jago Coffee didukung oleh kombinasi tim pendiri, model bisnis, serta peluang pasar yang dinilai masih terbuka.
Baca Juga: Inalum Luncurkan Sertifikasi Green Aluminium "Yang meyakinkan panelis bukan semata angka pertumbuhan Jago Coffee, melainkan kombinasi tiga hal: tim founder yang tajam, visioner, dan sangat memahami bisnisnya; model bisnis yang kuat dengan strategi dan eksekusi yang solid; serta momentum dan peluang pasar yang membuka ruang pertumbuhan yang jauh lebih besar ke depannya," ujar Monika. Setelah terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur, ketiga pendiri Jago Coffee akan memperoleh akses ke jaringan mentor dan investor global, termasuk melalui jaringan co-investment Endeavor Catalyst. Melalui ekosistem tersebut, Endeavor juga mendorong para pengusaha yang telah berkembang untuk berbagi pengalaman, memberikan mentoring, hingga berinvestasi kepada generasi wirausahawan berikutnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News