KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Renault dan Geely mengumumkan rencana kerjasama mengembangkan kendaraan hibrida bensin-listrik untuk pasar China dan Korea Selatan. Renault yang merupakan produsen mobil asal Prancis, menghidupkan kembali rencana tersebut untuk pasar mobil terbesar di dunia setelah keluar dari usaha di China tahun lalu. Mengutip Reuters, Renault akan menggunakan sistem mobil hybrid Geely yang baru diluncurkan, untuk bersama-sama mengembangkan kendaraan di bawah merek Renault. Ini adalah langkah pertama sejak Weiming Soh, mantan eksekutif senior Volkswagen, menjadi kepala Renault China pada tahun ini. Tahun lalu, Renault keluar dari perusahaan patungan China dengan Dongfeng Motor Group karena penjualan yang buruk. Saat ini, mereka sedang membuat mobil dan van di untuk pasar Negeri Tirai Bambu tersebut.
Jajaki produksi kendaraan hibrida di China, Renault gandeng Geely
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Renault dan Geely mengumumkan rencana kerjasama mengembangkan kendaraan hibrida bensin-listrik untuk pasar China dan Korea Selatan. Renault yang merupakan produsen mobil asal Prancis, menghidupkan kembali rencana tersebut untuk pasar mobil terbesar di dunia setelah keluar dari usaha di China tahun lalu. Mengutip Reuters, Renault akan menggunakan sistem mobil hybrid Geely yang baru diluncurkan, untuk bersama-sama mengembangkan kendaraan di bawah merek Renault. Ini adalah langkah pertama sejak Weiming Soh, mantan eksekutif senior Volkswagen, menjadi kepala Renault China pada tahun ini. Tahun lalu, Renault keluar dari perusahaan patungan China dengan Dongfeng Motor Group karena penjualan yang buruk. Saat ini, mereka sedang membuat mobil dan van di untuk pasar Negeri Tirai Bambu tersebut.