Jakarta masuk 5 besar tujuan destinasi mancanegara



KONTAN.CO.ID - Dalam indeks kota destinasi dunia 2017 atau disebut Global Destinations Cities Index (GDCI) yang dirilis oleh Mastercard, Jakarta masuk dalam lima besar kota destinasi mancanegara yang tumbuh paling cepat di Asia Pasifik. Adapun Jakarta menduduki urutan keempat setelah Osaka, Chengdu, dan Kolombo.

Senior Vice President Legion Lead Asia Pasifik Mastercard, Eric Scheineder mengatakan bahwa tujuan Jakarta sebagai destinasi mancanegara karena urusan bisnis dengan presentasi 59,1%. Sementara 40,9% pengunjung mancanegara yang datang ke Jakarta lainnya untuk menghabiskan waktu luang seperti liburan.

"Penelitian menunjukkan lebih dari separuh pengunjung mengatakan bahwa mereka datang untuk tujuan bisnis," katanya saat ditemui di Kantor Mastercard, Duo Towers, Singapura, Selasa (26/9).


Artinya, jika dilihat dari presentase itu, Jakarta adalah yang tertinggi dibandingkan kota lainnya di Asia Pasifik. Atau dengan kata lain, Jakarta menjadi kota dengan pertumbuhan destinasi tujuan atau kunjungan bisnis terbesar di Asia Pasifik.

Nah, dengan demikian, tujuan tersebut menjadi pengaruh bagi pengeluaran para pendatang mancanegara. Jika dilihat, sebagian besar pengeluaran dihabiskan untuk akomodasi yakni sebesar 44,6%, sementara pengeluaran yang disumbang untuk sektor makanan dan minuman yakni sebesar 20,4%, lalu untuk shopping (belanja) hanya 13,4%, transportasi lokal 10,6%, pelayanan lokal 10,2%, dan 0,8% sisanya untuk pengeluaran lain-lain.

Dilihat dari data itu, Jakarta bukanlah kota tujuan wisata sehingga pengeluaran untuk belanja para pendatang mancanegara pun sangat rendah. "Itu sebabnya belanjanya sangat rendah dari akomodasi," tuturnya

Dari urutan keempat itu, Jakarta masih sangat rendah dibandingkan dengan Colombo. Asal tahu saja, tujuan wisata mencapai Colombo mencapai 98% atau yang paling besar di Asia Pasifik. Sisanya dua persen yakni untuk keperluan bisnis.

Begitu juga dengan Osaka yakni 89,4% pengunjung yang datang untuk wisata dan sisanya 10,6% untuk bisnis. Serta Chengdu yakni masing-masing presentasenya 82,6% wisata dan 17,4% urusan bisnis.

Eric menambahkan, ini menjadi tantangan bagi Jakarta untuk meningkatkan daya tarik pendatang yang datang untuk kepentingan di luar bisnis.

"Supaya bisa menarik orang dari Singapura, Thailand, Tiongkok, India terutama karena tujuan di luar bisnis," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie