KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menilai Jalan Tol Sigli - Banda Aceh (Sibanceh) memiliki peran penting untuk mendorong perekonomian Indonesia. Pembangunan ruas tol ini memakan investasi hingga Rp 12,53 triliun yang ditargetkan selesai pada Desember 2023. Jalan tol ini juga menjadi salah satu ruas utama (backbone) dari Jalan Tol Trans Sumatera yang dipercaya akan membantu menurunkan biaya operasional, maupun logistik barang dan jasa, hingga akses pendukung menuju salah satu perguruan tinggi (Universitas) di Provinsi Aceh. Jalan Tol ini nantinya akan mempersingkat akses ke Universitas Syiah Kuala (USK) hanya 45 menit saja melalui GT Padang Tiji - GT Kuta Baro, dari yang sebelumnya menggunakan jalan nasional bisa menempuh waktu sampai 2,5 jam perjalanan.
Baca Juga: BPJT Targetkan Jalan Tol Padang-Sicincin Selesai Dibangun pada Tahun 2024 Selain itu Jalan Tol Sigli - Banda Aceh juga mempersingkat akses logistik ke Pelabuhan Internasional Malahayati hanya 1 jam saja lewat GT Padang Tiji - GT Baitussalam dari yang sebelumnya bisa mencapai 3,5 jam perjalanan lamanya. Dengan dibangunnya ruas tol ini sendiri akan memangkas jarak dan waktu tempuh perjalanan dari Banda Aceh ke Sigli dari sekitar 3 jam dengan kondisi jalan yang berkelok-kelok melalui perbukitan menjadi hanya 1 jam perjalanan. Jalan Tol Sigli - Banda Aceh menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) membentang sepanjang 74 kilometer (km) terdiri dari 6 seksi. Ruas ini telah dikerjakan oleh PT. Hutama Karya dengan nilai investasi sebesar Rp 12,53 triliun. Jalan Tol Sigli - Banda Aceh sebanyak tiga seksinya telah dioperasikan, yakni Seksi 2 Seulimeum-Jantho (6,26 km) yang beroperasi pada 8 Maret 2022, Seksi 3 Jantho-Indrapuri (16,37 km) yang beroperasi pada 26 Februari 2021, dan Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang (14,60 km) yang beroperasi pada 1 Juli 2020 dan telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 25 Agustus 2020.