KONTAN.CO.ID - Para ilmuwan atom kembali memajukan Doomsday Clock atau Jam Kiamat ke titik paling dekat dengan tengah malam sepanjang sejarah. Mereka menilai perilaku agresif negara-negara pemilik senjata nuklir, yakni Rusia, China, dan Amerika Serikat, serta melemahnya pengendalian senjata nuklir, konflik di Ukraina dan Timur Tengah, hingga risiko kecerdasan buatan (AI) telah meningkatkan ancaman bencana global. Informasi saja, Doomsday Clock adalah sebuah jam simbolik yang dibuat untuk menunjukkan seberapa dekat umat manusia dengan kehancuran global, terutama akibat perang nuklir, tetapi kini juga mencakup krisis iklim, ancaman biologi, dan risiko kecerdasan buatan (AI). Reuters melaporkan, Buletin Ilmuwan Atom (Bulletin of the Atomic Scientists) menetapkan Jam Kiamat berada di 85 detik sebelum tengah malam, titik teoretis kehancuran umat manusia. Angka ini empat detik lebih dekat dibanding tahun lalu. Lembaga nirlaba berbasis di Chicago itu pertama kali menciptakan Jam Kiamat pada 1947, di tengah ketegangan Perang Dingin pasca-Perang Dunia II, sebagai peringatan bagi publik tentang seberapa dekat dunia pada kehancuran diri.
Jam Kiamat Semakin Maju: Ini Alasan Dunia Kini Makin Dekat Kiamat
KONTAN.CO.ID - Para ilmuwan atom kembali memajukan Doomsday Clock atau Jam Kiamat ke titik paling dekat dengan tengah malam sepanjang sejarah. Mereka menilai perilaku agresif negara-negara pemilik senjata nuklir, yakni Rusia, China, dan Amerika Serikat, serta melemahnya pengendalian senjata nuklir, konflik di Ukraina dan Timur Tengah, hingga risiko kecerdasan buatan (AI) telah meningkatkan ancaman bencana global. Informasi saja, Doomsday Clock adalah sebuah jam simbolik yang dibuat untuk menunjukkan seberapa dekat umat manusia dengan kehancuran global, terutama akibat perang nuklir, tetapi kini juga mencakup krisis iklim, ancaman biologi, dan risiko kecerdasan buatan (AI). Reuters melaporkan, Buletin Ilmuwan Atom (Bulletin of the Atomic Scientists) menetapkan Jam Kiamat berada di 85 detik sebelum tengah malam, titik teoretis kehancuran umat manusia. Angka ini empat detik lebih dekat dibanding tahun lalu. Lembaga nirlaba berbasis di Chicago itu pertama kali menciptakan Jam Kiamat pada 1947, di tengah ketegangan Perang Dingin pasca-Perang Dunia II, sebagai peringatan bagi publik tentang seberapa dekat dunia pada kehancuran diri.
TAG: