Jamin Pasokan Energi Saat Lebaran 2026, KSP: Cadangan Listrik Nasional Capai 9,3%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan ketahanan energi nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026.

Pemerintah tengah menggeber Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di sektor energi guna menjamin kelancaran aktivitas masyarakat selama periode libur panjang tersebut.

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, menyatakan bahwa penguatan akses energi hingga ke pelosok desa menjadi prioritas untuk mewujudkan keadilan energi. 


Baca Juga: BI Perketat Transaksi Dolar Mulai April 2026, Apa Dampaknya?

"Ketahanan energi adalah fondasi utama kemandirian bangsa. Melalui perluasan akses dan transisi ke energi hijau, pemerintah berkomitmen mewujudkan masyarakat yang merdeka dari kegelapan dan memastikan keadilan energi dirasakan merata hingga ke pelosok desa," ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (18/3/2026).

Qodari memaparkan, pemerintah terus memacu pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target kapasitas mencapai 100 Gigawatt (GW). Hingga tahun 2025, realisasi pemanfaatan PLTS telah mencapai 1,49 GW, termasuk program PLTS Off-Grid Isolated yang telah menerangi ratusan rumah tangga di wilayah terpencil seperti Pulau Sakala dan Pulau Karamian di Kabupaten Sumenep.

Selain transisi energi, Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) juga mencatatkan realisasi yang melampaui target. Per 11 Maret 2026, instalasi listrik gratis telah terpasang di 220.857 rumah tangga atau mencapai 102,72% dari target awal.

“Secara nasional, Program BPBL turut memperkuat ketahanan energi melalui perluasan akses listrik bagi masyarakat yang sebelumnya belum terlayani,” jelasnya.

Baca Juga: BI Perketat Aturan Valas, Mampukah Rupiah Tahan dari Tekanan Global?

Menghadapi momentum Lebaran 2026, Posko Nasional Sektor ESDM telah disiagakan sejak 12 hingga 31 Maret 2026. Berdasarkan data KSP, beban puncak kelistrikan nasional diperkirakan mencapai 47.198 Megawatt (MW).

Sementara itu, daya mampu pasok nasional berada di angka 51.608 MW, sehingga terdapat cadangan daya yang memadai sebesar 9,3% untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi.

Di sisi infrastruktur transportasi, pemerintah mengantisipasi kenaikan jumlah kendaraan listrik (EV) dengan menyediakan 1.681 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 994 lokasi jalur mudik. Jumlah fasilitas pengisian daya ini meningkat 1,7 kali lipat dibandingkan Lebaran tahun lalu untuk melayani proyeksi 23.147 mobil listrik pemudik dengan fitur Fast dan Ultra Fast Charging.

Tak hanya listrik, pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG juga dijamin kelancarannya. Pemerintah menyiagakan 125 Terminal BBM, 7.885 SPBU, serta pangkalan LPG yang diinstruksikan beroperasi selama 24 jam. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas distribusi energi dan mengamankan stok di seluruh jalur mudik utama serta pusat keramaian.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: Penumpang Angkutan Umum Tembus 6,25 Juta hingga H-4

"Melalui pemaparan capaian dan kesiapan infrastruktur energi ini, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang jelas sehingga dapat menjalani liburan Idulfitri bersama keluarga tercinta dengan tenang, aman, dan menyenangkan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News