Jamkrida Sumbar Beberkan Tantangan yang Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Aset Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar membeberkan sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi pertumbuhan aset tahun ini.

Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli mengatakan salah satu tantangannya datang dari perlambatan penyaluran kredit yang disebabkan permintaan kredit belum pulih optimal.

"Dengan demikian, bisa berdampak langsung ke volume penjaminan," katanya kepada Kontan, Kamis (17/4).


Ibnu mengatakan tantangan lainnya, yakni penurunan Imbal Jasa Penjaminan (IJP) yang menekan profitabilitas, serta kondisi makro ekonomi dan suku bunga yang memengaruhi kebijakan moneter sehingga dapat menahan ekspansi kredit.

Baca Juga: Mayoritas Fintech Lending Banding Putusan KPPU, Industri Hadapi Tantangan

Selain itu, dia bilang kualitas kredit atau risiko klaim yang meningkatkan Non Performing Loan (NPL) juga menjadi tantangan, sehingga menyebabkan perusahaan akan lebih konservatif menambah portofolio. 

"Selanjutnya, ada keterbatasan modal atau capital constraint, yang mana ekspansi aset sangat bergantung pada kapasitas permodalan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ibnu mengatakan pihaknya menerapkan sejumlah strategi guna menumbuhkan aset pada tahun ini. Dia menyebut Jamkrida Sumbar akan fokus pada beberapa strategi utama, seperti ekspansi penjaminan produktif baik UMKM dan sektor prioritas dengan mendorong penjaminan kredit modal kerja dan investasi.

Selain itu, melakukan penguatan kemitraan dengan lembaga keuangan bank, Bank Perekonomian Rakyat (BPR), dan koperasi melalui skema risk sharing yang lebih fleksibel. Jamkrida Sumbar juga akan melakukan digitalisasi proses bisnis untuk mempercepat approval dan menekan biaya operasional, serta integrasi data untuk mitigasi risiko.

"Ditambah, optimalisasi permodalan melalui penambahan modal atau leverage untuk ekspansi portofolio," ucap Ibnu.

Sementara itu, Ibnu menyampaikan Jamkrida Sumbar mencatatkan nilai aset sebesar Rp 457 miliar per Februari 2026. Nilainya mengalami pertumbuhan sebesar 4,09% secara Year on Year (YoY). 

Adapun pertumbuhan aset Jamkrida Sumbar masih di atas industri yang sebesar 1,99% YoY, dengan nilai Rp 47,52 triliun per Februari 2026.

Baca Juga: BNI Terbitkan AT1 US$700 Juta, Kupon 7,15%, Perkuat Modal untuk Ekspansi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News