KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri penjaminan masih menghadapi tekanan dari sisi pertumbuhan aset hingga Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset industri penjaminan turun sebesar 5,17% year on year (YoY) menjadi Rp 46,30 triliun. Di tengah kondisi ini, Direktur Utama PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatra Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli menilai aset industri penjaminan masih berpeluang membaik pada kuartal IV-2026. Menurutnya, peluang perbaikan aset datang seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan di sektor produktif, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjelang akhir tahun.
Jamkrida Sumbar Catatkan Aset Senilai Rp 466 Miliar pada Agustus 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri penjaminan masih menghadapi tekanan dari sisi pertumbuhan aset hingga Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset industri penjaminan turun sebesar 5,17% year on year (YoY) menjadi Rp 46,30 triliun. Di tengah kondisi ini, Direktur Utama PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatra Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli menilai aset industri penjaminan masih berpeluang membaik pada kuartal IV-2026. Menurutnya, peluang perbaikan aset datang seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan di sektor produktif, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjelang akhir tahun.
TAG: