Jamkrida Sumbar Catatkan Pertumbuhan Imbal Jasa Penjaminan Sebesar 24,63% pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar mencatatkan pertumbuhan dobel digit nilai Imbal Jasa Penjaminan (IJP). Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli mengatakan nilai IJP sepanjang 2025 mencapai Rp 177 miliar. 

"Nilainya tumbuh sebesar 24,63%, jika dibandingkan pencapaian pada tahun sebelumnya," ucapnya kepada Kontan, Selasa (13/1/2026).

Ibnu menyampaikan pertumbuhan signifikan itu disebabkan berbagai faktor, seperti adanya peningkatan tarif IJP, pertumbuhan portofolio penjaminan nonproduktif, penambahan produk penjaminan baru, serta penambahan mitra kerja sama baru.


Untuk 2026, Ibnu mengatakan Jamkrida Sumbar akan berupaya maksimal agar bisa menyerap IJP lebih banyak, khususnya terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan alokasi penjaminan yang diterima oleh mitra. Selain itu, dia bilang Jamkrida Sumbar juga berfokus pada penguatan bisnis inti perusahaan melalui diversifikasi produk penjaminan, digitalisasi proses penjaminan, serta meningkatkan literasi penjaminan melalui pelatihan dan sosialisasi.

Baca Juga: Jamkrida Sumbar: Target OJK 90% UMKM 2028 Realistis

"Ditambah, melakukan transformasi digital melalui portal online yang terintegrasi dengan lembaga keuangan untuk memberikan kemudahan," katanya.

Ibnu menyebut upaya lain yang akan dilakukan perusahaan untuk meningkatkan hasil IJP, yaitu terus melakukan perluasan cakupan kerja sama dengan pihak lain. 

Lebih lanjut, Ibnu tak memungkiri bahwa industri penjaminan pada tahun ini akan dihadang berbagai tantangan. Dia bilang adanya dampak dari bencana alam yang terjadi pada 2025 tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Jamkrida Sumbar. 

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan review Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada pertengahan 2026 disesuaikan dengan dampak bencana tersebut. Dia bilang sebenarnya RKAP sudah ditetapkan pada akhir November 2025.

Selain itu, Ibnu menilai tantangan yang cukup berat pada 2026 adalah penambahan modal, sebagaimana diketahui bahwa kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini sangat terbatas. Dengan demikian, hal itu bisa berdampak langsung pada penguatan permodalan Jamkrida Sumbar. 

Baca Juga: Ini Peluang yang Bisa Dioptimalkan Jamkrida Sumbar untuk Mendorong Kinerja pada 2026

"Ada juga penyesuaian terhadap POJK 11 tahun 2025, mengatur penguatan sumber daya manusia di bagian teknologi informasi internal perusahaan dalam mendukung percepatan proses bisnis. Hal itu juga menjadi tantangan tersendiri," tuturnya.

Meski ada tantangan yang menanti, Ibnu menyampaikan Jamkrida Sumbar akan menerapkan tata kelola yang baik sehingga tantangan yang ada bisa dihadapi dengan baik juga. 

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai IJP industri penjaminan  terkontraksi 7,96% secara Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 7,38 triliun per November 2025. 

Baca Juga: Targetkan Penjaminan Rp 5,68 Triliun pada 2026, Jamkrida Sumbar Terapkan Strategi Ini

Selanjutnya: Pemkot Solo Terapkan WFA ASN Januari, Pegawai Dilarang Keluar Kota

Menarik Dibaca: Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 9-15 Januari 2026, Detergent Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News