Jamkrida Sumbar: Persaingan Tarif Masih Jadi Bagian Dinamika Industri Penjaminan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar mengatakan bahwa persaingan tarif masih menjadi bagian dari dinamika industri penjaminan saat ini.

Namun, Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli mengatakan persaingan saat ini makin mengarah pada keseimbangan antara aspek tarif dengan risiko klaim yang akan terjadi. Untuk menyikapi kondisi itu, dia bilang Jamkrida Sumbar dalam berbisnis membangun komunikasi yang baik dengan segala pihak baik perbankan selaku penerima jaminan maupun perusahaan penjaminan dan asuransi.

"Hal itu dilakukan untuk mendorong munculnya tarif yang fair dan menguntungkan bagi para pihak," katanya kepada Kontan, Jumat (4/9).


Baca Juga: AASI Ungkap Strategi Dongkrak Pangsa Aset Asuransi Syariah

Bagi Jamkrida Sumbar, Ibnu menerangkan tarif tetap menjadi salah satu pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya instrumen untuk memenangkan pasar. Dia mengatakan pihaknya lebih mengedepankan kualitas pelayanan, kecepatan proses, fleksibilitas dalam memberikan solusi penjaminan, serta pengelolaan risiko yang sehat. Dengan demikian, Jamkrida Sumbar berupaya menghindari persaingan tarif yang tidak sehat.

"Sebab, hal itu pada akhirnya dapat memberikan tekanan terhadap profitabilitas dan keberlanjutan industri penjaminan," ucap Ibnu.

Terkait kinerja, PT Jamkrida Sumbar mencatatkan tren peningkatan pertumbuhan nilai IJP dalam beberapa bulan terakhir. Ibnu menyampaikan perolehan nilai IJP Jamkrida Sumbar terus mengalami pertumbuhan dari Rp 28,7 miliar pada April 2026, kemudian sebesar Rp 33,5 miliar untuk posisi Mei 2026 atau tumbuh 17% Year on Year (YoY), lalu sebesar Rp 40,7 miliar per Juni 2026 atau tumbuh 21% YoY.

Melihat data tersebut, Ibnu memperkirakan IJP masih memiliki ruang untuk terus bertumbuh hingga akhir tahun, dengan tetap memperhatikan kualitas risiko dan prinsip kehati-hatian.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai IJP industri tumbuh sebesar 6,13% YoY per April 2026, lalu sebesar 14,68% YoY per Mei 2026, kemudian meningkat 18,06% YoY dengan nilai Rp 4,13 triliun per Juni 2026.

Baca Juga: Great Eastern: Prospek Asuransi Marine Cargo pada Semester II-2026 Bisa Lebih Baik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News