KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingkat rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perbankan tercatat masih berada di level tinggi, bahkan cenderung naik dari 4,41% pada Juni 2025 menjadi 4,54% pada Juni 2026. Alhasil, tingginya NPL UMKM perbankan juga turut menjadi perhatian industri penjaminan. PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar menilai tingginya NPL UMKM turut mendorong industri penjaminan untuk lebih berhati-hati dalam melakukan penjaminan, dengan tetap menjaga kinerja dan kesehatan keuangan perusahaan. Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar, Ibnu Fadhli menerangkan risiko NPL UMKM yang tinggi tentunya akan berdampak pada peningkatan risiko klaim hingga meningkatkan beban perusahaan. Oleh karena itu, dia bilang industri perlu menerapkan sejumlah upaya.
Jamkrida Sumbar Selektif Lakukan Penjaminan Sektor Produktif Saat NPL UMKM Tinggi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingkat rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perbankan tercatat masih berada di level tinggi, bahkan cenderung naik dari 4,41% pada Juni 2025 menjadi 4,54% pada Juni 2026. Alhasil, tingginya NPL UMKM perbankan juga turut menjadi perhatian industri penjaminan. PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar menilai tingginya NPL UMKM turut mendorong industri penjaminan untuk lebih berhati-hati dalam melakukan penjaminan, dengan tetap menjaga kinerja dan kesehatan keuangan perusahaan. Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar, Ibnu Fadhli menerangkan risiko NPL UMKM yang tinggi tentunya akan berdampak pada peningkatan risiko klaim hingga meningkatkan beban perusahaan. Oleh karena itu, dia bilang industri perlu menerapkan sejumlah upaya.
TAG: