KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar terus memperkuat manajemen risiko untuk menekan nilai klaim penjaminan hingga akhir tahun 2026. Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas proses
underwriting serta memperketat seleksi calon terjamin.
Baca Juga: Budi Gadai Belum Berencana Kerek Tarif Bunga Gadai Meski BI Rate Sudah Naik 100 Bps "Kami juga memperkuat koordinasi dengan lembaga keuangan penyalur kredit untuk menjaga kualitas pembiayaan sejak awal," ungkapnya kepada Kontan.co.id, Jumat (14/8/2026). Selain itu, Jamkrida Sumbar melakukan pemantauan secara berkala terhadap portofolio penjaminan. Perusahaan juga menerapkan sistem
early warning untuk mendeteksi potensi klaim sejak dini sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih cepat. Untuk klaim yang telah dibayarkan, Ibnu mengatakan Jamkrida Sumbar bersama pihak perbankan terus mengupayakan percepatan pengembalian hak subrogasi. Upaya tersebut dilakukan melalui penagihan secara maksimal maupun eksekusi agunan.
Baca Juga: OJK Ungkap 5 Strategi Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Waspadai Perlambatan Ekonomi dan Bencana Di sisi lain, Jamkrida Sumbar turut mencermati sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan nilai klaim ke depan. Beberapa di antaranya adalah perlambatan ekonomi, penurunan daya beli masyarakat, peningkatan kredit bermasalah, serta perkembangan sektor usaha yang menjadi basis debitur. Khusus di Sumatera Barat, dinamika harga komoditas juga menjadi perhatian. Perubahan harga komoditas dapat memengaruhi kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi kewajibannya. "Selain itu, risiko bencana alam juga perlu menjadi perhatian, karena dapat mengganggu aktivitas usaha dan pada akhirnya berdampak terhadap kemampuan debitur memenuhi kewajibannya," ucap Ibnu. Karena itu, Jamkrida Sumbar akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian, memperkuat kualitas
underwriting, melakukan monitoring portofolio, serta meningkatkan koordinasi dengan mitra lembaga keuangan. Ibnu optimistis langkah tersebut dapat menjaga kualitas portofolio penjaminan sekaligus mengelola rasio klaim secara lebih sehat hingga akhir tahun.
Baca Juga: Permintaan Pinjaman Tumbuh Subur, Transparansi Informasi Fintech Lending Jadi Sorotan Klaim Jamkrida Sumbar Turun Adapun hingga Juni 2026, nilai klaim penjaminan Jamkrida Sumbar tercatat sebesar Rp 43,03 miliar. Angka tersebut turun 7,90% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 46,73 miliar.
Ibnu menilai penurunan nilai klaim tersebut merupakan perkembangan positif bagi perusahaan. Meski demikian, Jamkrida Sumbar tetap melakukan pemantauan secara ketat terhadap kualitas portofolio penjaminan. "Penurunan nilai klaim tentu menjadi perkembangan yang positif. Namun, kami tetap memonitor secara ketat, karena kualitas portofolio penjaminan merupakan salah satu fokus utama perusahaan," pungkasnya.
Baca Juga: Top Up Kartu KMT Commuter Line Kini Bisa Lewat Bale Syariah BSN Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News