KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perang tarif menjadi salah satu tantangan yang dihadapi industri penjaminan. Kondisi ini berpotensi membuat perusahaan penjaminan kesulitan menjaga penetapan imbal jasa penjaminan (IJP) agar tetap sesuai dengan profil risiko dan biaya yang ditanggung. Direktur Utama PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatra Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhil mengatakan penetapan IJP idealnya dilakukan secara prudent dengan mempertimbangkan sejumlah variabel, mulai dari risiko, biaya operasional, dan target margin yang ingin dicapai perusahaan. "Perang tarif sangat memperberat persaingan dalam industri penjaminan. Ketika tidak menurunkan tarif, konsekuensinya tidak memperoleh IJP," ujarnya kepada Kontan, Senin (28/9/2026).
Jamkrida Sumbar Soroti Perang Tarif di Industri Penjaminan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perang tarif menjadi salah satu tantangan yang dihadapi industri penjaminan. Kondisi ini berpotensi membuat perusahaan penjaminan kesulitan menjaga penetapan imbal jasa penjaminan (IJP) agar tetap sesuai dengan profil risiko dan biaya yang ditanggung. Direktur Utama PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatra Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhil mengatakan penetapan IJP idealnya dilakukan secara prudent dengan mempertimbangkan sejumlah variabel, mulai dari risiko, biaya operasional, dan target margin yang ingin dicapai perusahaan. "Perang tarif sangat memperberat persaingan dalam industri penjaminan. Ketika tidak menurunkan tarif, konsekuensinya tidak memperoleh IJP," ujarnya kepada Kontan, Senin (28/9/2026).
TAG: