KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tantangan bagi industri penjaminan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), angka NPL UMKM per Desember 2025 berada di level 4,33%, atau terlihat masih tinggi meski menunjukkan perbaikan dari bulan sebelumnya di level 4,50%. Mengenai hal itu, PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar akan menerapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi dampak dari potensi tingginya NPL UMKM terhadap kinerja perusahaan pada tahun ini.
Jamkrida Sumbar Terapkan Strategi Ini Antisipasi Dampak Tingginya NPL UMKM
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tantangan bagi industri penjaminan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), angka NPL UMKM per Desember 2025 berada di level 4,33%, atau terlihat masih tinggi meski menunjukkan perbaikan dari bulan sebelumnya di level 4,50%. Mengenai hal itu, PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar akan menerapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi dampak dari potensi tingginya NPL UMKM terhadap kinerja perusahaan pada tahun ini.
TAG: