JAKARTA. Bisnis penjaminan kredit konsumer masih menggiurkan bagi Perum Jamkrindo. Meski pertumbuhan ekonomi melambat, namun permintaan kredit konsumtif rupanya masih cukup tinggi. Porsi penjaminan kredit konsumtif pun terhitung besar bagi Jamkrindo. Dimana separuh volume penjaminan mereka berasal dari segmen ini. Dari nilai penjaminan sebesar Rp 52 triliun per Oktober kemarin, Direktur Jamkrindo Bakti Prasetyo menyebut sebesar Rp 26 triliun di antaranya bersumber dari kredit konsumer. "Yang lainnya kredit produktif mulai dari kredit mikro, kredit umum, termasuk KUR," kata dia belum lama ini.
Jamkrindo andalkan segmen konsumer
JAKARTA. Bisnis penjaminan kredit konsumer masih menggiurkan bagi Perum Jamkrindo. Meski pertumbuhan ekonomi melambat, namun permintaan kredit konsumtif rupanya masih cukup tinggi. Porsi penjaminan kredit konsumtif pun terhitung besar bagi Jamkrindo. Dimana separuh volume penjaminan mereka berasal dari segmen ini. Dari nilai penjaminan sebesar Rp 52 triliun per Oktober kemarin, Direktur Jamkrindo Bakti Prasetyo menyebut sebesar Rp 26 triliun di antaranya bersumber dari kredit konsumer. "Yang lainnya kredit produktif mulai dari kredit mikro, kredit umum, termasuk KUR," kata dia belum lama ini.