KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo terus memperkuat keamanan siber untuk meningkatkan tata kelola teknologi informasi dan menjaga keberlangsungan layanan di tengah meningkatnya risiko digital. Keamanan siber menjadi bagian dari strategi bisnis dan pengelolaan risiko perusahaan. Penguatan dilakukan melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup sumber daya manusia, proses, dan teknologi. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesiapan organisasi, memperkuat sistem pengamanan, serta menjaga keandalan layanan digital. Direktur Operasional dan Jaringan Jamkrindo, Sigit Tjahjo Prabowo, mengatakan transformasi tersebut merupakan komitmen perusahaan membangun ketahanan digital yang adaptif terhadap perkembangan ancaman dan mendukung operasional bisnis.
“Transformasi dalam penguatan tata kelola teknologi informasi menjadi momentum bagi Jamkrindo untuk membangun ketahanan digital yang lebih kuat. Kami menempatkan keamanan siber sebagai bagian dari strategi bisnis melalui penguatan teknologi, proses, dan kompetensi sumber daya manusia,” ujar Sigit dalam keterangannya, JUmat (9/10/2026).
Baca Juga: Jamkrindo Syariah Gandeng Privy Percepat Digitalisasi Penjaminan Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia dan Holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo menjalankan transformasi dalam empat tahap. Pada 2021–2022, perusahaan membangun fondasi keamanan. Tahap evaluasi dan penguatan kapabilitas berlangsung pada 2022–2023, dilanjutkan otomasi pada 2023–2024. Pada 2024–2029, perusahaan berfokus pada perbaikan berkelanjutan untuk mengantisipasi perubahan risiko dan perkembangan teknologi. Transformasi ini ditopang tiga pilar. Pertama, Cyber Strategy Framework berbasis kerangka National Institute of Standards and Technology (NIST) untuk memperkuat tata kelola dan pengelolaan risiko. Kedua, Cybersecurity Intelligent Platform berarsitektur Zero Trust untuk memperketat pengendalian akses dan perlindungan sistem. Ketiga, AI Smarter Security, yang memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendeteksi dan menganalisis potensi ancaman siber. Implementasinya mencakup peningkatan kesiapan organisasi, penguatan proses pengamanan, pengembangan kompetensi karyawan, serta peningkatan kesadaran keamanan informasi di seluruh lini perusahaan. Dengan demikian, keamanan siber menjadi tanggung jawab bersama dalam membangun ekosistem digital yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. Hasilnya, Jamkrindo mencatat penurunan kerugian finansial akibat serangan siber hingga 90% secara tahunan. Mean Time to Respond (MTTR) atau waktu tanggap terhadap insiden turun 87,5% menjadi satu jam. Sementara itu, waktu penemuan dan pemulihan data berkurang 83,3%, dari 12 jam menjadi dua jam. Dari sisi tata kelola, tingkat kepatuhan Jamkrindo mencapai 95%, naik 20% dibandingkan periode sebelumnya. Perusahaan juga mencatat penurunan 100% pada insiden yang tidak terdeteksi berdasarkan indikator pengukuran yang digunakan. Capaian ini mencerminkan peningkatan kemampuan perusahaan dalam mendeteksi ancaman, merespons insiden, dan memulihkan layanan.
Baca Juga: Jamkrindo Percepat Layanan, Perluas Dukungan UMKM Penguatan keamanan siber turut menjaga ketahanan operasional, melindungi data, memastikan ketersediaan layanan digital, serta meminimalkan gangguan bisnis. Hal ini penting untuk mendukung layanan penjaminan Jamkrindo dan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Atas konsistensinya memperkuat perlindungan sistem dan data, meningkatkan ketahanan operasional, serta menjaga keandalan layanan digital, Jamkrindo meraih penghargaan Cybersecurity kategori Financial Services dalam ajang
The Indonesia Technology Excellence Awards 2026 yang diselenggarakan
Asian Business Review. Penghargaan ini mengapresiasi transformasi keamanan siber Jamkrindo dalam memperkuat perlindungan data dan sistem, meningkatkan ketahanan operasional, serta menjaga keandalan layanan digital. Capaian ini sejalan dengan semangat Transformasi Impact Jamkrindo untuk menghadirkan dampak nyata bagi perusahaan dan masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan. Ke depan, kata Sigit, Jamkrindo akan terus memperkuat pencegahan, deteksi, respons, dan pemulihan insiden siber. Perusahaan juga mencermati pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan adaptivitas analisis ancaman dengan tetap memperhatikan tata kelola dan kebutuhan bisnis. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News