BANDUNG. Meski laba bersih PT Jamsostek pada tahun 2008 tak tercapai, namun perusahaan milik pemerintah ini berniat untuk terus menggenjot laba bersihnya menjadi sebanyak Rp 1,03 triliun. Sejatinya pada tahun ini target laba bersih yang ingin dicapai adalah Rp 1,1 triliun. Namun apa lacur, krisis menyebabkan sumber laba Jamsostek turut tergerus sehingga laba bersih yang bisa dicapai adalah Rp 937,6 miliar. Sebenarnya, target laba bersih pada tahun ini belum mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga bilang bahwa target tersebut merupakan pesanan khusus dari pemegang saham. Sebelum mencapai target tersebut, pada kuartal pertama Jamsostek akan meninjau pendapatannya. Hotbonar menjelaskan, jika pendapatan semester satu 2009 belum ada 50% Jamsostek diberi keleluasaan oleh pemerintah untuk menurunkan targetnya. "Berapa besar yang akan direvisi akan dihitung dahulu dan terserah kita menetapkan seberapa besar," kata Hotbonar. Untuk menggenjot laba bersih tersebut Jamsostek akan menambah target investasi menjadi Rp 72,5 triliun. Padahal target investasi tahun lalu hanya tercapai Rp 59,5 triliun dari target semula yaitu Rp 68,4 triliun. Rincian dari rencana tersebut adalah investasi dana jaminan hari tua (JHT) menjadi sebesar Rp 65 triliun sedangkan tahun lalu sebesar Rp 53,28 triliun.
Jamsostek Naikkan Target Kinerja 2009
BANDUNG. Meski laba bersih PT Jamsostek pada tahun 2008 tak tercapai, namun perusahaan milik pemerintah ini berniat untuk terus menggenjot laba bersihnya menjadi sebanyak Rp 1,03 triliun. Sejatinya pada tahun ini target laba bersih yang ingin dicapai adalah Rp 1,1 triliun. Namun apa lacur, krisis menyebabkan sumber laba Jamsostek turut tergerus sehingga laba bersih yang bisa dicapai adalah Rp 937,6 miliar. Sebenarnya, target laba bersih pada tahun ini belum mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga bilang bahwa target tersebut merupakan pesanan khusus dari pemegang saham. Sebelum mencapai target tersebut, pada kuartal pertama Jamsostek akan meninjau pendapatannya. Hotbonar menjelaskan, jika pendapatan semester satu 2009 belum ada 50% Jamsostek diberi keleluasaan oleh pemerintah untuk menurunkan targetnya. "Berapa besar yang akan direvisi akan dihitung dahulu dan terserah kita menetapkan seberapa besar," kata Hotbonar. Untuk menggenjot laba bersih tersebut Jamsostek akan menambah target investasi menjadi Rp 72,5 triliun. Padahal target investasi tahun lalu hanya tercapai Rp 59,5 triliun dari target semula yaitu Rp 68,4 triliun. Rincian dari rencana tersebut adalah investasi dana jaminan hari tua (JHT) menjadi sebesar Rp 65 triliun sedangkan tahun lalu sebesar Rp 53,28 triliun.