Malah kini makin banyak pengusaha kuliner melakukan inovasi produk agar konsumen tidak bosan. Tidak sedikit dari merek-merek steik yang beredar di dalam negeri menawarkan kemitraan usaha untuk mengembangkan usaha. Agar lebih merakyat, merek-merek steik lokal banyak yang menawarkan steik dengan harga yang lebih ramah di kantong. Respons masyarakat cukup baik. Untuk mengetahui perkembangan usaha kemitraan steik, kali ini KONTAN akan mengulas beberapa pelaku usaha steik dari Steak KQ5, Royal Steak, dan Zuper Steak. Berikut ulasannya: • Steak KQ5 Usaha yang didirikan oleh Wowok Handoyo ini berada di bawah bendera usaha Radjamasak Food and Beverages Consultant. Steak KQ5 berdiri sejak 2006 silam.
Ketika KONTAN mengulas tawaran kemitraan ini di September 2013 lalu, Steak KQ5 telah memiliki 100 mitra yang tersebar di Semarang, Surabaya, Padang, Jakarta dan Riau.
yang beroperasi, yaitu lima milik pusat di Surabaya dan sisanya milik mitra. Kini, sudah ada 12 gerai mitra yang bertambah jadi total gerai yang ada sekitar 46 gerai. Manager Marketing Royal Steak Indonesia, Hendra Santoso menuturkan, meski gerai berkembang namun perlambatan ekonomi membuat bisnis kuliner khususnya gerai steik jadi melesu. "Kemungkinan tahun depan, perekonomian membaik dan usaha steik bisa bangkit lagi," ujarnya. Perkembangan Royal Steak ditunjang dari inovasi menu atau produk serta aktif pemasaran di beberapa media sosial. Paket investasi yang ditawarkan oleh Royal Steak pun masih sama dan belum mengalami kenaikan harga yakni paket rombong senilai Rp 40 juta dan paket resto seharga Rp 137 juta. Investasi itu sudah termasuk kerjasama selama lima tahun, peralatan usaha dan bahan baku awal. Sementara, harga menu makanan steik masih dikisaran Rp 10.000 hingga Rp 16.000 per porsi. Hendra bilang, penentuan harga menu makanan tergantung lokasi mitra. Menu makanannya pun masih sama yaitu steik original dan steik tepung. "Ke depannya kemungkinan menambah menu steik lainnya di tahun depan," ucap Hendra. Walaupun mengalami kendala akan perekonomian di Indonesia, Hendra bilang mitra yang telah menjalin kerjasama masih mendapat omzet sekitar Rp 2 juta per hari. Terkadang omzet yang didapat pun bisa kurang dan lebih, tergantung kondisi pasar dan ekonomi di daerahnya. • Zuper Steak Usaha steik yang kurang berkembang baik tahun ini adalah Zuper Steak asal Bandung, Jawa Barat. Zuper Steak berdiri pada Januari 2012 di bawah naungan PT
Bandung Era Sentra Waralaba. Setelah berjalan sekitar delapan bulan, pada Agustus 2012, Zuper Steik mulai menawarkan waralaba. Reno Syafrudin, General Manager Zuper Steak menyampaikan, sehingga saat ini gerai Zuper Steak belum berhasil menggandeng mitra usaha. Padahal, restoran khusus steik buatan aktor Hengky Kurniawan ini sudah menawarkan kemitraannya selama tiga tahun lamanya. Dulu, KONTAN sempat mengulas tawaran kemitraannya pada 2 November 2012. Saat itu gerainya masih gerai milik pusat berlokasi di Jalan PHH Mustofa No 39 Bandung. Reno menyampaikan, tidak adanya mitra yang bergabung membuka restoran steik karena kurangnya minat masyarakat Bandung terhadap menu steik. Banyak orang memang menyukai suka olahan daging merah, namun belum tentu menyukai steik. Oleh karena itu, sejak enam bulan lalu hingga sekarang Zuper Steak sementara tidak membuka tawaran kemitraan usaha dulu. Kemungkinan tawaran usaha akan kembali di buka pada awal tahun 2016 mendatang. Sebagai catatan, perusahaan yang menaungi Zuper Steak juga membawahi beberapa merek kemitraan. Misalnya Bakso Tukul, Pondok Sambal Mbak Nunung, dan beberapa merek ayam goreng. Bahkan, menurut Reno, sekarang ini perusahaan ini sedang fokus menawarkan kemitraan usaha yang lain ketimbang mengembangkan kemitraan steik. "Kalau kemitraan ayam goreng atau bakso malah lebih banyak peminat mitranya, penjualannya selalu bagus. Sedangkan kalau steik, masih bertahan saja itu sudah bagus, " kata dia kepada KONTAN, Kamis (26/11). Reno masih pesimistis jika tahun depan akan mendapat mitra . Namun yang jelas gerai Zuper Steak yang ada di Jalan PHH Mustofa tidak akan ditutup. Mengenai nilai investasi, Reno menyatakan tidak ada perubahan dan tetap menawarkan tiga paket yakni paket kios senilai Rp 65 juta, paket ruko Rp 105 juta, dan paket resto senilai Rp 225 juta.