Jangan Jadi Pecundang, Robert Kiyosaki Minta Beli 3 Aset Investasi Ini



MOMSMONEY.ID - Investor kawakan Robert Kiyosaki meminta, jangan menjadi pecundang. Untuk itu, beli tiga aset investasi berikut ini.

Menurut Kiyosaki, banyak orang mengira, hiperinflasi artinya harga sedang naik. Justru, artinya sebaliknya. 

"Hiperinflasi berarti daya beli uang Anda menurun," sebut penulis buku populer Rich Dad Poor Dad ini di akun X-nya, 1 Oktober lalu.


"Jangan menjadi pecundang. Beli emas, perak, dan Bitcoin, dan jadilah pemenang bukan pecundang," imbuh dia.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Minta Tabung 3 Aset Ini Sekarang Sebelum Terlambat, Ada Apa?

Sebelumnya, Kiyosaki menyarankan untuk menabung emas, perak, dan Bitcoin sekarang juga sebelum terlambat.

Menurut Kiyosaki, Central Bank Digital Currency (CBDC) The Fed, bank sentral Amerika Serikat (AS), akan datang.

"Privasi hilang. Penguasa akan mengawasi," kata Kiyosaki di akun X-nya pada 30 September lalu.

"Ketika CBDC memasuki pasar, emas, perak, Bitcoin, dan uang tunai akan menjadi tak ternilai harganya," ungkapnya.

"Mulailah menabung emas, perak, Bitcoin, dan uang tunai sekarang, sebelum terlambat," tegasnya.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Kasih Saran: Beli 3 Aset Investasi Ini Sekarang, Sebelum Saham Ambruk

Sebelumnya, Kiyosaki juga menyarankan untuk membeli emas, perak, dan Bitcoin sekarang. 

"Saya terus-menerus ditanya, berapa harga emas, perak, atau Bitcoin pada 2025," kata Kiyosaki di akun X-nya, 20 September lalu.

"Jawaban saya adalah (itu) pertanyaan konyol," ujar dia.

Menurut Kiyosaki, pertanyaan yang lebih penting adalah berapa banyak emas, perak, dan Bitcoin yang Anda miliki hari ini. 

Dia mengungkapkan, emas, perak, dan Bitcoin bisa ditawar saat ini, tapi tidak di masa depan. 

"Amerika Serikat bangkrut. Beli emas, perak, dan Bitcoin hari ini sebelum saham, obligasi, real estate ambruk dan orang-orang memburu emas, perak, dan Bitcoin," tegas Kiyosaki.

Selanjutnya: Israel Siapkan Serangan Darat ke Jalur Gaza, Ada Kekhawatiran Korban Makin Banyak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan