JAKARTA. Jumlah kendaraan roda dua yang kian bertumbuh dari tahun ke tahun menyuburkan jasa di sekitar itu, seperti bisnis cuci sepeda motor . Ini terbukti dari makin mudahnya menemukan jasa cuci sepeda motor sederhana di pinggir jalan hingga berbentuk gerai yang juga menawarkan jasa pendukung lainnya seperti poles hingga bengkel. Sebagian pengusaha menawarkan kemitraan usaha untuk membiakkan gerai mereka, sebut saja diantaranya Motoclean, Beach Motor Wash dan Bikermart. Umumnya para pelaku usaha jasa cuci sepeda motor ini mengalami perkembangan bisnis yang lumayan. Salah satu faktornya dengan adanya penambahan jumlah gerai. Namun, mencari SDM yang mumpuni menjadi salah satu kendala yang dihadapi. Simak ulasan lengkapnya berikut ini: • Motoclean Bisnis cuci sepeda motor besutan Muhammad Isnaini ini telah beroperasi sejak tahun 2007 dan mulai menawarkan kemitraan tahun 2010. Saat KONTAN mengulas kemitraan Motoclean
pada Oktober tahun lalu, jumlah mitranya sebanyak 37 mitra yang tersebar di kota-kota besar di Jawa, Medan, Denpasar, Lombok, dan Banjarmasin.
disamping melayani jasa bengkel dan menjual sparepart sepeda motor seperti di awal usaha. Perkembangan usaha yang cukup baik membuat Hendry percaya diri menawarkan kemitraan usaha sejak 2009 silam. Ketika KONTAN mengulas tawaran kemitraan ini pada 2012 silam, Bikermart telah memiliki 30 gerai milik mitra serta lima gerai milik sendiri. Setelah tiga tahun berselang, perkembangan jumlah gerai cukup pesat yaitu totalnya telah mencapai 48 gerai. Hendry bilang, saat ini pusat hanya mengelola dua gerai saja, dan 46 gerai sisanya milik mitra. Mitra barunya sudah sampai ke luar pulau Jawa yaitu Sumatera dan Bali seperti di Palembang, Denpasar, Surabaya. Selebihnya masih didominasi kota-kota besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk paket usaha saat ini telah mengalami peningkatan nilai investasi. Awalnya, mitra yang mau bergabung harus mengeluarkan dana minimal Rp 100 juta. Sekarang paket investasi yang paling murah sebesar Rp 300 juta. Hal ini disebabkan harga suku cadang yang meningkat serta harga mesin hidrolik yang meningkat untuk cuci sepeda motor . "Harga bahan baku cuci seperti sabun pun telah naik," ujar dia. Hendri bilang meski tahun ini pertambahan mitra tidak sebanyak tahun lalu, tapi ia mengaku ada tren kenaikan kunjungan ke gerainya dari bulan ke bulan. Sementara, kendala usaha selama ini hanya soal tenaga kerja. Sebagian besar mitra usaha agak sulit mencari tenaga kerja pencuci sepeda motor atau mekanik untuk jasa bengkel. Jika sudah begitu, pusat akan turun tangan membantu mitra mencari SDM. • Beach Car & Motor Wash Usaha ini didirikan oleh Andri Rahmat Santoso pada tahun 2012 silam di Sleman, Yogyakarta. Jasa yang ditawarkan adalah cuci sepeda motor dan mobil. Pada saat itu Andri langsung
menawarkan kemitraan usaha kepada masyarakat. Ia mengatakan, walaupun penambahan mitra cukup banyak sekitar 13 gerai, namun jumlah ini menurutnya terhitung lambat. Hendry beralasan, tingginya biaya investasi membuat calon mitra cukup berpikir ulang untuk bergabung. Padahal nilai investasi hingga kini tidak mengalami kenaikan. Dalam tawaran ini, Beach Car & Motor Wash menawarkan dua paket investasi. Yakni, paket grade A dengan investasi Rp 207 juta dan paket grade B senilai Rp 160 juta. Nilai investasi itu di luar biaya dekorasi bangunan dan sewa tempat. Untuk paket pertama, luas gerainya minimal 200 m² dan paket kedua minimal 150 m². Mitra yang mengambil paket grade A akan memperoleh lima mesin hidrolik. Perinciannya tiga untuk mobil dan dua untuk sepeda motor . Sedangkan, paket grade B hanya mendapatkan tiga mesin hidrolik, yakni dua untuk mobil dan satu untuk sepeda motor . Kedua paket itu sudah termasuk franchise fee selama lima tahun. Mitra tetap dikutip biaya royalti sebesar 8% tiap bulan.