Jangan Terlambat, Investasikan Uang Anda Sekarang!



Dalam investasi memang tak ada kata terlambat. Tak ada saat lebih baik, kecuali sekarang. Kondisi pandemi seperti saat ini pun bukan menjadi halangan.

Kendati  banyak negara masuk ke jurang resesi, termasuk Indonesia yang  awal bulan ini juga masuk dalam zona resesi. Namun, jangan salah, dalam investasi koreksi ini justru menjadi peluang.

Peluang itu semakin terbuka jika melihat sejumlah negara sudah mengawali masa pemulihannya. Seperti yang terjadi di beberapa negara berkembang, seperti Brasil, India dan Rusia. Meski jumlah penyebaran orang yang terinveksi Covid-19 masih terus bertambah, namun mereka mampu mengendalikan situasi ini dengan baik, hingga kegiatan perekomian bisa kembali bergeliat.


Begitu pula dengan yang terjadi di Indonesia. Menurut pendapat Ekonom sekaligus Rektor Universitas Atmajaya Jakarta Agustinus Prasetyantoko, sejatinya Indonesia sudah masuk ke zona positif. “Meski belum memuaskan, tapi sudah ada recovery, investasi pun mulai reborn naik,” terang Agustinus dalam Webinar Menakar Peluang Investasi Sampai Dengan Akhir Tahun yang diselenggarakan Kontan, Commonwealth Bank dan PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, akhir Oktober lalu.

Adanya pemulihan ini tentu saja menjadi angin segar bagi membaiknya kondisi perekonomian Indonesia. Ini berarti pula, adanya peluang bagi investor untuk segera menanamkan duitnya.

Bukan hanya pemulihan ekonomi, menjelang akhir tahun ini biasanya bertebaran banyak kabar baik. Kinerja perusahaan yang tertuang dalam laporan keuangan kuartal tiga juga dinantikan para investor.  Kondisi ini tentu saja mendorong harapan investor untuk bisa mendulang cuan investasi mereka lebih besar lagi.   

Herman Koeswanto, Head of Research PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk mengatakan, rerata pertumbuhan perusahaan di kuartal ketiga ini lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya dalam tahun ini. Laporan keuangan ini menjadi katalis yang ditunggu, selain realisasi PEN, hasil pemilihan presiden di Amerika Serikat dan juga pelaksanaan penyuntikan vaksin.

Narasi positif pemerintah

Realisasi PEN pemerintah yang menunjukkan kenaikan dalam dua bulan terakhir ini juga menunjukkan pemerintah berada dalam jalur yang benar. Guyuran dana pemerintah ini sangat penting untuk pemulihanekonomi. “Belanja fiskal ini penting untuk re-start ekonomi dan itu nanti juga akan berdampak pada penerimaan pemerintah,” jelas Herman.

Perbaikan ekonomi pun sudah terlihat di beberapa kota besar di Indonesia. Artinya, kepercayaan diri masyarakat sudah mulai terbangun, sehingga mereka tak ketakutan lagi menghadapi pandemi Covid-19 dan tetap menjalankan aktifitas ekonomi. 

Oleh karena itu, narasi yang dibangun pemerintah terkait pengendalian Covid-19 ini harus benar-benar diperhatikan. Terutama terkait angka-angka kesembuhan dan angka kematian. Jika keduanya menunjukkan tingkat yang stabil, kepercayaan diri masyarakat pun terbangun dengan baik dan semakin besar harapan perekonomian akan segera pulih.

Nah, jika sinyal positif sudah terlihat, jangan tunda lagi untuk investasi. Tapi, Anda juga harus cermat memilih instrumen yang pas untuk dikoleksi.

Ivan Jaya, EVP, Head of Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth menyebutkan, reksadana saham bisa menjadi pilihan untuk saat ini. Sebab, dengan pengesahan Omnimbus Law ini akan mendatangkan investasi langsung atau FDI (Foreign Direct Investment). “Ini akan menggairahkan pasar saham dan kami sarankan untuk memiliki instrumen reksadana saham dalam portofolionya,” ujar Ivan.

Namun, porsi kepemilikan reksadana saham ini harus disesuaikan dengan profil risiko investor. Selain itu, juga disesuaikan dengan tujuan investasinya, yakni jangka panjang atau jangka pendek.

Ivan melanjutkan, investor konservatif dapat memilih reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap yang durasinya pendek dengan porsi 60%, sementara reksadana saham cukup 5% saja, contohnya seperti produk Ashmore  Dana Obligasi Unggulan Nusantara (ADOUN) dan Ashmore Dana Obligasi Nusantara (ADON) .

Untuk investor dengan profil risiko agresif, reksadana saham bisa dikoleksi dengan jumlah yang lebih besar atau 60%. Apalagi jika mulai dikoleksi sekarang. “Selain proyeksi membaik pasar saham cenderung hijau di kuartal IV. Apalagi, selama 10 tahun terakhir, kenaikan IHSG dalam satu kuartal di kuarta IV ini rata-rata 4%,” kata Ivan.

Sementara, untuk investor dengan profil seimbang atau antara konservatif dan agresif, Ivan menyarankan untuk mengoleksi ketiga jenis reksadana dalam porsi yang sama.

Dalam kondisi new normal, Commonwealth Bank juga berinovasi dengan meluncurkan Commbank Smart Wealth App. Ini adalah aplikasi pengelolaan investasi bagi nasabah. “Mereka bisa mendapatkan update perkembangan hasil investasi setiap hari tanpa perlu menghubungi pihak bank, begitu juga dengan informasi atau berita juga bisa didapatkan lebih realtime,” terang Ivan.

Ayo investasi!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Indah Sulistyorini