KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus koperasi bermasalah masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tergiur iming-iming bunga tinggi dan keuntungan cepat. Tidak sedikit koperasi yang pada akhirnya gagal membayar simpanan anggota hingga menimbulkan kerugian besar. Agar masyarakat tidak mudah tertipu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) melalui laman resminya memaparkan sejumlah indikator yang dapat digunakan untuk membedakan koperasi terpercaya dan koperasi tidak terpercaya. Kemenkop menekankan, koperasi yang sehat biasanya memiliki bunga simpanan dan bunga pinjaman dalam batas wajar, transparansi laporan keuangan, serta pengawasan resmi.
Berikut beberapa tanda penting yang perlu dicermati. 1. Bunga Simpanan Terlalu Tinggi, Wajib Curiga Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah penawaran bunga simpanan yang tinggi dan tidak masuk akal. Menurut Kemenkop, koperasi terpercaya menetapkan bunga simpanan maksimal 9% per tahun. Jika sebuah koperasi menawarkan bunga simpanan di atas 9% per tahun, masyarakat diminta ekstra waspada karena hal tersebut bisa menjadi indikasi koperasi tidak sehat. Bunga tinggi sering digunakan sebagai umpan untuk menarik dana anggota dalam jumlah besar.
Baca Juga: Daftar Harga Emas Dunia Hari Ini: Update Terkini dari Pasar Global 2. Bunga Pinjaman Melebihi Batas Wajar atau Tidak Transparan Koperasi sehat biasanya memberikan skema pinjaman yang jelas dan transparan. Kemenkop menyebut koperasi terpercaya menetapkan bunga pinjaman maksimal 24% per tahun. Sebaliknya, koperasi tidak terpercaya kerap menetapkan bunga pinjaman di atas 24% per tahun, tidak jelas, atau sering berubah tanpa penjelasan. Kondisi ini menunjukkan koperasi berpotensi tidak memiliki tata kelola yang baik. 3. Laporan Keuangan Tidak Bisa Dilihat Anggota Laporan keuangan adalah “jantung” koperasi. Jika koperasi sehat, laporan keuangan harus terbuka bagi anggota. Kemenkop menyebut koperasi terpercaya memiliki laporan keuangan yang jelas, terbuka, dan dapat diakses anggota. Namun koperasi tidak terpercaya biasanya tidak menyediakan laporan keuangan atau menyajikannya secara tidak transparan. Jika anggota tidak bisa mengakses laporan keuangan, risiko penyalahgunaan dana semakin besar. 4. Pengurus Tidak Profesional dan Tidak Kredibel Manajemen koperasi juga menjadi indikator penting. Kemenkop menilai koperasi terpercaya dikelola oleh pengurus profesional dan kredibel. Sementara koperasi tidak terpercaya umumnya dikelola oleh pengurus yang tidak profesional, sehingga rawan menimbulkan konflik internal dan kesalahan pengelolaan dana. 5. Anggota Tidak Punya Hak Ikut Mengambil Keputusan Koperasi berbeda dengan perusahaan biasa karena koperasi berbasis keanggotaan. Koperasi terpercaya memberi hak kepada anggota untuk ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Sebaliknya, koperasi tidak terpercaya cenderung menutup ruang partisipasi anggota dan membuat kebijakan sepihak. Jika koperasi berjalan seperti lembaga tertutup, masyarakat perlu berhati-hati. 6. Program dan Layanan Tidak Jelas Koperasi sehat seharusnya memiliki program yang nyata untuk kesejahteraan anggota. Kemenkop menyebut koperasi terpercaya menyediakan layanan bermanfaat seperti simpan pinjam, tabungan, hingga pelatihan wirausaha. Sementara koperasi tidak terpercaya biasanya memiliki program dan layanan yang tidak jelas atau bahkan tidak menguntungkan anggota.
Baca Juga: Harga Emas Antam Sore Ini Stagnan: Peluang atau Risiko Investor? 7. Tidak Ada Pengawasan dan Audit Salah satu pembeda paling krusial adalah audit dan pengawasan. Kemenkop menyebut koperasi terpercaya diawasi oleh Kemenkop atau dinas koperasi dan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Namun koperasi tidak terpercaya biasanya tidak diawasi dan tidak diaudit. Ketiadaan audit meningkatkan risiko koperasi berjalan tanpa kontrol dan rawan penyimpangan.
Masyarakat Diminta Tidak Mudah Tergiur
Kemenkop mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur penawaran bunga tinggi yang tidak realistis. Sebelum menaruh dana, masyarakat disarankan mengecek legalitas koperasi, memastikan laporan keuangan tersedia, serta memastikan koperasi diawasi lembaga resmi. Dengan memahami indikator ini, masyarakat diharapkan lebih aman dalam memilih koperasi untuk menabung atau meminjam dana.
Tonton: Listrik Padam di Jakarta, PLN Akui Terjadi Gangguan Suplai Listrik Ringkasan Cepat: Ini Ciri Koperasi Terpercaya
- Bunga simpanan maksimal 9% per tahun
- Bunga pinjaman maksimal 24% per tahun
- Laporan keuangan jelas dan terbuka
- Pengurus profesional dan kredibel
- Anggota punya hak ikut mengambil keputusan
- Program koperasi jelas dan bermanfaat
- Diawasi instansi resmi dan diaudit KAP
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News