Janji Besar Prabowo: Tak Ada Desa Tertinggal dari Program Makan Gratis



KONTAN.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto memastikan seluruh desa di Indonesia akan menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan menyusul masih terbatasnya cakupan program yang saat ini baru menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat.

Prabowo mengakui bahwa realisasi MBG masih berada di bawah target awal yang ditetapkan pemerintah, yakni sebanyak 82,9 juta penerima manfaat. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat di sejumlah desa belum merasakan langsung program unggulan tersebut.

“Tadi waktu saya datang banyak juga rakyat yang teriak, Pak, desa kami belum terima MBG. Saya minta maaf. Ini soal kemampuan kita. Tapi insyaallah tahun 2026 seluruh desa di Indonesia akan menerima MBG,” ujar Prabowo dalam pengumuman resmi Swasembada Beras di Karawang, Rabu (7/1/2026).


Prabowo menegaskan pemerintah menargetkan seluruh desa telah mendapatkan paket Makan Bergizi Gratis paling lambat pada Desember 2026. Program ini menyasar anak-anak, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Mudah-mudahan bisa lebih cepat, tapi Desember semua anak Indonesia, ibu hamil, dan orang tua akan kita beri,” lanjut Prabowo.

Baca Juga: Era Baru Pasar Uang RI: INDONIA Gantikan JIBOR Mulai 2026, Ini Alasannya

Di sisi lain, Program Makan Bergizi Gratis juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan di tingkat lokal. Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak lebih dari 46.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah diberdayakan selama satu tahun pelaksanaan program MBG.

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, pemberdayaan UMKM dilakukan melalui keterlibatan langsung sebagai pemasok bahan baku di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga saat ini, BGN telah mengoperasikan 19.188 SPPG yang tersebar di 38 provinsi.

“Sebanyak 46.000 lebih UMKM telah beroperasi sebagai pemasok bahan baku dapur SPPG. Kolaborasi ini menciptakan rantai pasok pangan yang berkelanjutan, memberdayakan usaha kecil, dan memastikan bahan makanan berkualitas sampai ke tangan penerima manfaat,” ujar Dadan dalam keterangan resminya, Selasa (6/1/2026).

Selain UMKM, program MBG juga berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Dadan menyebutkan lebih dari 780 ribu orang terlibat aktif dalam seluruh rantai operasional dapur SPPG, mulai dari pengolahan bahan baku hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Tonton: MBG untuk 2029? Apa Salah Saya

“Program SPPG berperan besar dalam pemberdayaan masyarakat karena mampu menyerap lebih dari 780 ribu tenaga kerja di seluruh rantai operasional dapur,” tutup Dadan.

Kesimpulan 

Janji Presiden Prabowo untuk memperluas Program Makan Bergizi Gratis ke seluruh desa pada 2026 menegaskan ambisi percepatan pemerataan gizi nasional, meski saat ini cakupan penerima masih tertinggal dari target awal. Program ini tidak hanya diposisikan sebagai intervensi sosial, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal melalui pelibatan puluhan ribu UMKM dan penyerapan ratusan ribu tenaga kerja di jaringan dapur SPPG, sehingga keberhasilan realisasinya akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga kesinambungan anggaran, kapasitas distribusi, dan konsistensi pelaksanaan hingga akhir tahun.

Selanjutnya: Ruang Pemulihan Kinerja Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) Berkat Ekspansi Gerai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News