Janjikan Dividen Jumbo 5 Tahun ke Depan, Intip Kekuatan Permodalan BBRI



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kabar gembira bagi para pemegang saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Bank milik negara ini bakal menebar dividen jumbo. BRI siap menggelontorkan dividen tunai Rp 48,10 triliun dari total laba bersih tahun buku 2023 yang sebesar Rp 60,43 triliun.

Keputusan ini ditetapkan BRI dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Jumat (1/3). Nilai dividen tunai tersebut terdiri dari dividen interim tahun 2023 sebesar Rp 12,67 triliun.


Baca Juga: BRI Janjikan Tetap Tebar Dividen Jumbo Lima Tahun ke Depan

Pada 18 Januari 2024, pemegang saham sudah mendapat guyuran dividen interim dari BRI setara Rp 84 per saham.

Dus, masih ada sisa dividen tunai senilai Rp 35,43 triliun yang akan dibagikan BRI atau setara Rp 235 per saham. 

Bila dihitung menggunakan asumsi harga penutupan BBRI kemarin di Rp 6.125, yield dividen BBRI mencapai 3,84%.

 
BBRI Chart by TradingView

Dari dividen tunai ini, sebesar Rp 18,94 triliun akan diberikan kepada Negara Republik Indonesia atas kepemilikan 53% saham BRI. Sisa Rp 16,49 triliun untuk publik.

Baca Juga: Sah! BRI Bakal Membagikan Dividen Senilai Rp 48,1 Triliun dari Laba 2023

Jika dicermati, besaran dividend payout ratio (DPR) BRI tahun ini setara 80% dari laba bersih.

Rasio ini turun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada dua tahun sebelumnya, rasio dividen BRI masih di kisaran 85%.

Modal masih besar

Direktur Utama BRI Sunarso menegaskan, dalam lima tahun ke depan, bank ini masih leluasa membagikan dividen jumbo. Ini mengingat, modal BRI cukup besar. Kondisi ini tergambar dari rasio permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) di 27%.

Rasio CAR BRI jauh di atas permodalan yang meliputi segala risiko bisnis, di 17,5%. Dus, masih ada kelonggaran penggunaan CAR BRI sekitar 10% dan bisa bertahan untuk lima tahun. 

"Saya proyeksikan lima tahun ke depan masih mampu bagi dividen 80% dari laba," ungkap Sunarso dalam konferensi pers, Jumat (1/3).

Baca Juga: Didominasi Saham Perbankan Big Caps, Ini Saham Paling Banyak Dijual Asing Kemarin

Andrey Wijaya, Head of Research RHB Sekuritas, menilai, rasio dividen BRI menarik. Terlebih, pertumbuhan bisnis BRI masih terbuka lebar. 

"Jadi, rekomendasinya beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.450," ujarnya.

Associate Director of Research & Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus sepakat, penurunan rasio dividen BRI tak jadi masalah. Apalagi, bank ini punya potensi terus tumbuh besar di segmen kredit UMKM. 

Baca Juga: IHSG Bertahan di Zona Hijau, Cermati Saham-Saham Favorit Asing, Rabu (28/2)

"Kami merekomendasikan beli dengan target Rp 6.650," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli