Januari-September 2026, Nilai Transaksi Kripto di Tokocrypto Capai Rp 41,6 Triliun



KONTAN.CO.ID – BALI. Nilai transaksi aset kripto di Tokocrypto mencapai sekitar Rp 41 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Adapun jenis aset kripto yang paling banyak diminati diantaranya Bitcoin, Ethereum, dan Solana. 

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana mengatakan bahwa aset kripto masih menjadi salah satu pilihan diversifikasi investasi oleh investor. Tercatat lebih dari 50% investor kripto di Tokocrypto adalah kelompok umur 18 tahun sampai 30 tahun. Investor institusi juga mengalami kenaikan sekitar 10% sampai 15% dibanding akhir tahun 2025. 

“Nilai transaksi sepanjang Januari – September 2026 sekitar Rp 41,6 triliun,” ujar Calvin saat ditemui di sela acara Bali Tech Week 2026 di Bali, Senin (19/10/2026). 


Calvin optimis industri aset kripto dapat terus bertumbuh karena telah ada regulasi yang memadai hingga pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan. Tokocrypto terus berupaya membuat aset digital lebih mudah diakses, meningkatkan keterlibatan pengguna (user), dan memperluas produk yang relevan. 

Lebih lanjut mengenai potensi adanya peralihan investasi dari pasar saham yang sedang mengalami koreksi ke aset kripto, Calvin menyampaikan tidak memiliki data mengenai hal tersebut. Menurutnya keputusan investasi setiap individu berbeda – beda sesuai tujuan dan risk appetite masing – masing investor. Ia mencontohkan, investor kripto dapat memiliki diversifikasi sejumlah aset kripto yang dimilikinya sesuai karakteristik masing – masing individu. 

Baca Juga: Bunga The Fed Naik, Tokocrypto: Pasar Kripto Bersiap Menuju Bull Market

“Saya pikir setiap orang memiliki selera investasi masing-masing,” ucap Calvin. 

Tercatat, sepanjang Januari-September 2026, jumlah pengguna baru Tokocrypto yang melakukan deposit pertama naik 50% dibandingkan periode yang sama pada 2025, dan naik 20% dari kuartal II ke kuartal III – 2026. Rata-rata, sekitar 90% dari mereka lanjut bertransaksi. Menurut Tokocrypto, hal itu menunjukkan pengguna baru tidak hanya mendaftar, tetapi juga aktif bertransaksi, dan fokus perusahaan tidak berhenti pada akuisisi, melainkan juga mencakup edukasi, kepercayaan, dan keamanan. 

Tokocrypto juga terus memperluas produknya. Per Oktober, Tokocrypto menyediakan 78 saham ter-tokenisasi di platformnya. Jumlah ini melampaui target awal untuk akhir 2026, yakni 75 saham. 

Seiring bertambahnya pengguna, Calvin menyampaikan bahwa tanggung jawab perusahaan kini tidak lagi sebatas menyediakan akses ke kripto. 

“Kami berkomitmen mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan dengan memperkuat perlindungan konsumen, memperluas literasi keuangan, serta bekerja sama dengan regulator dan pemangku kepentingan industri untuk membangun ekosistem aset digital yang lebih aman, transparan, dan terpercaya,” ujar dia. 

Baca Juga: Tokocrypto Kuasai 64% Pasar Tokenized Stocks Indonesia, Transaksi Capai Rp 8,4 Miliar

Deputi Direktur Pengembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Satrio Nugroho mengatakan bahwa seiring perkembangan industri aset digital Indonesia, kerangka regulasi yang kuat diperlukan untuk mendukung inovasi yang bertanggung jawab sekaligus melindungi konsumen dan investor. OJK, lanjutnya, terus berfokus memperkuat pengawasan pasar, mendorong transparansi, dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat. 

“Kami meyakini pertumbuhan industri yang berkelanjutan harus dibangun di atas kepercayaan, akuntabilitas, dan pemahaman yang jelas tentang peluang sekaligus risiko aset kripto,” ujar Satrio. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2026, jumlah akun investor kripto mencapai 23,21 juta akun, meningkat 1,23% dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebanyak 22,93 juta akun. Sementara nilai transaksi kripto mencapai Rp 23,16 triliun pada Agustus 2026, naik 12,87% secara month to month (mtm) atan bulanan dibandingkan nilai transaksi bulan Juli 2026 yang sebesar Rp 20,52 triliun.

Baca Juga: Transaksi OTC Tokocrypto Naik 64 Kali Lipat, Pengguna Tembus 5 Juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: