KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (
JPFA) memproyeksikan belanja modal atau
capital expenditure (capex) sepanjang 2026 akan melampaui Rp 4 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi
capex semester I-2026 yang tercatat sebesar Rp 2,1 triliun. Chief Financial Officer JPFA, Erwin Djohan, menjelaskan lonjakan
capex ini lebih disebabkan oleh faktor
timing dari rencana investasi perusahaan. Erwin bilang sejumlah rencana investasi kebetulan bertemu pada tahun yang sama, di samping penyelesaian proyek dari 2025 yang berlanjut pada 2026.
"Jadi mungkin untuk gambaran nilai capexnya akan di atas Rp 4 triliun untuk tahun 2026, karena ada proyek dari 2025 yang cukup besar yang penyelesainnya berlanjut di tahun 2026," kata Erwin dalam paparan publik, Kamis (22/10/2026).
Baca Juga: TOBA Kantongi Investasi HPS hingga S$ 555 Juta, Analis Sarankan Wait and See Erwin menyebut fokus investasi 2026 masih berada di bisnis inti perusahaan. Proyek terbesar adalah penyelesaian proyek aqua feedmill di Jawa Timur, yang pembangunannya dimulai sejak 2024 dan rampung pada 2026. Proyek ini turut menyerap capex pada semester I-2026. Selain itu, pembangunan pabrik pakan atau feedmill untuk unggas baru dimulai pada 2026. JPFA juga mengembangkan peternakan pembibitan atau
breeding farm dan pembibitan penetasan atau
hatchery pada tahun yang sama. Di sektor hilir, JPFA menggarap dua lini sekaligus. Pertama, pengolahan
primary processing berupa pembangunan rumah potong hewan atau slaughterhouse baru. Kedua, penambahan lini produksi
secondary processing untuk produk siap masak dan siap saji. "Jadi cukup serentak semua segmen investasi, lalu pertemuan investasi tahun lalu yang masuk tahun ini karena tahun ini juga ada yang baru mulai dan cukup materialnya nilainya. Jadi ini masalah timing, kita lakukan dengan bijak menyesuaikan dengan kemampuan perusahaan dan didukung oleh penguatan permodalan," jelas Erwin.
Baca Juga: IHSG Menguat 1,12% ke 5.387 pada Kamis (22/10), MAPI, AMMN, BBNI Top Gainers LQ45 Erwin juga menjelaskan tidak seluruh capex dialokasikan untuk investasi baru. Sekitar 30% dari total capex digunakan untuk meremajakan aset produksi, antara lain kandang-kandang lama.
Dukung Kinerja JPFA Equity Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andreas Saragih mengatakan capex tersebut akan menunjang kinerja JPFA ke depan seiring dengan tingginya ruang pertumbuhan industry
poultry. Secara historis, pertumbuhan konsumsi daging ayam per kapita lebih tinggi daripada GDP growth. Selain itu, tingginya ruang pertumbuhan juga terlihat dari rendahnya konsumsi daging ayam per kapita dibandingkan dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand. Terakhir, potensi pertumbuhan juga datang dari program Makan Bergizi Gratis.
"Dari sisi prospek, JPFA masih sangat bagus karena masih ruang untuk bertumbuh yang tinggi, terus berjalannya program MBG, dan hilirisasi yang dilakukan JPFA dengan fokus ke
consumer product and proccessed food sebagai bentuk mitigasi risiko jika terjadi
oversupply ayam broiler," ujar Andreas kepada Kontan, Kamis (22/10/2026).
Baca Juga: Teladan Prima Agro (TLDN) Bagi Dividen Interim Rp 258,93 Miliar, Cek Jadwalnya Andreas pun merekomendasikan untuk
buy saham JPFA di target harga Rp 3.200 per saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News