JAKARTA. Rupanya, deposito masih menjadi instrumen investasi favorit perusahaan asuransi. Setidaknya hal itu tampak dari strategi investasi dua perusahaan asuransi, yakni Asuransi Jaya Proteksi (Japro), dan Pan Pacific Insurance (Panfic). Japro akan menambah porsi dana di deposito, dari 42% pada Mei lalu menjadi 50% di semester kedua tahun ini. Perusahaan asuransi umum kelas menengah ini akan memangkas portofolio reksadana dari 35% menjadi 31% dan portofolio saham dari 9% menjadi 5%. Direktur Japro Nicolaus Prawiro mengatakan, pihaknya memang tidak berminat memperbesar porsi investasi di saham karena terlalu berisiko. Sementara langkah memperbesar porsi investasi di deposito bertujuan agar kerjasama dengan perbankan semakin erat.
Japro dan Panfic tambah porsi deposito
JAKARTA. Rupanya, deposito masih menjadi instrumen investasi favorit perusahaan asuransi. Setidaknya hal itu tampak dari strategi investasi dua perusahaan asuransi, yakni Asuransi Jaya Proteksi (Japro), dan Pan Pacific Insurance (Panfic). Japro akan menambah porsi dana di deposito, dari 42% pada Mei lalu menjadi 50% di semester kedua tahun ini. Perusahaan asuransi umum kelas menengah ini akan memangkas portofolio reksadana dari 35% menjadi 31% dan portofolio saham dari 9% menjadi 5%. Direktur Japro Nicolaus Prawiro mengatakan, pihaknya memang tidak berminat memperbesar porsi investasi di saham karena terlalu berisiko. Sementara langkah memperbesar porsi investasi di deposito bertujuan agar kerjasama dengan perbankan semakin erat.